"Saya sangat berharap PLTS ini dijaga betul, kita harus merawatnya sehingga betul-betul berkelanjutan," ucapnya.
Baca Juga: Gelar Acara Green Mining, Bukit Asam Ubah Lahan Bekas Tambang Jadi Kebun Buah
PLTS irigasi di Desa Karang Raja ini dibangun sejak 16 September 2021 lalu.
Sementara pengoperasiannya telah dilakukan sejak 4 Februari 2023 lalu.
PLTS ini sendiri terdiri dari 76 modul yang masing-masing berkapasitas 500 Wattpeak (Wp), total kapasitas PLTS mencapai 38 Kilowatt peak (kWp).
Listrik yang dihasilkan tersebut mampu menghidupkan 2 unit pompa irigasi berkapasitas 20 liter per detik dengan head mencapai 35 meter.
Pompa tersebut menyedot air sungai sejauh 1,29 kilometer (km) ke bak reservoir yang kemudian didistribusikan ke sawah warga.
Berkat PLTS irigasi tersebut, kini lahan seluas 35 hektare milik 121 petani telah teraliri air dengan baik.
Adanya aliran irigasi yang baik itu membuat hasil panen lebih banyak, yakni 2-3 kali dalam setahun.
Baca Juga: Terus Bersinergi, DAHANA Lanjutkan Kinerja Apik Peledakan di Penambangan Bukit Asam Tanjung Enim
Hasil tani pun berpotensi meningkat hingga 175 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun.
Sebelum ada PLTS irigasi di Desa Karang Raja, petani hanya bisa panen sekali dalam setahun.
Program PLTS irigasi dijalankan PTBA untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 7 yakni menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua.