"Dalam rangkan peningkatan kemampuan penguasaan teknologi pertahanan, kita tidak bisa hanya bilang bagus beli dari luar negeri.
Baca Juga: Produk Kapal Perang PT PAL Jadi Andalan TNI AL dalam Latihan Gabungan 2023
"Karena tujuan kita jelas, mewujudkan kemandirian bangsa dan kapasitas bangsa kita,” terang Rezafaraby.
Industri pertahanan memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Pemerintah mendukung upaya untuk membuat industri pertahanan mandiri, sehat, dan kompetitif, dengan PT PAL Indonesia menjadi salah satu pelaksananya.
Baca Juga: Lampaui Target, PT PAL Raih Skor 84,54 dalam Asesmen GCG Tahun Buku 2022
Dalam pertemuan ini, Rezafaraby menekankan bahwa potensi industri pertahanan Indonesia besar, bahkan dapat melebihi industri luar negeri.
Dia berharap ekosistemnya dapat ditingkatkan untuk mendukung perkembangan ini.
"Terutama pada proses alignment pada proses joint section menandatakan kita punya potensi yang bagus dan lebih besar, hanya saja ekosistemnya perlu didudkung.
Baca Juga: Jadi Tolak Ukur Kemajuan Galangan Kapal ASEAN, PT PAL Dikunjungi Royal Navy Thailand
"Sebagai regulator dalam perancangan RPJP yang modalitasnya sudah ada di RPJP 2005-2029 dan mewujudkan indhan mandiri.
"Kita optimis untuk memajukan industri pertahanan nasional dalam mewujudkan Indonesia Emas," tegasnya.
Kunjungan berakhir dengan tinjauan lapangan, di mana delegasi Bappenas melihat kemajuan pembangunan kapal Frigate Merah Putih dan fasilitas pembangunan kapal selam.
Hasil kerja anak bangsa Indonesia dalam pengelasan plat baja tipis mendapat apresiasi dari mitra strategis Jerman, dan ini menjadi kebanggaan bagi Bappenas dalam mendukung kemampuan bangsa Indonesia dalam industri pertahanan.***
Baca Juga: Menhan Prabowo Beri Penghargaan kepada PT PAL di Acara The 1st DEFEND ID's Day