Kabar BUMN - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi melakukan dialog langsung dengan petani durian Desa Songgon, Kabupaten Banyuwangi yang tergabung pada kelompok tani nogo dino.
Rahmad menceritakan, program yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir pada 2021 dapat menghubungkan petani dengan ekosistem pertanian yang lengkap dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan pertanian.
“Melalui program Makmur ini kita Pupuk Indonesia memberikan kepastian pupuk khususnya nonsubsidi, kemudahan bagi petani mengakses pembiayaan, jaminan asuransi, hingga pendampingan pertanian dari agronomis, serta yang terpenting mendapatkan kemudahan akses ke pasar,” ungkap Rahmad.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Perluas Penerapan Digitalisasi Kios Pupuk Bersubsidi
Adapun ekosistem pertanian yang dapat dimanfaatkan petani pada program Makmur mulai dari project leader, lembaga keuangan seperti perbankan, teknologi pertanian, asuransi, agro input, pemerintah daerah (pemda), dan offtaker.
Di kesempatan tersebut, petani durian Desa Songgon yang hadir menyatakan ketertarikannya bergabung program Makmur Pupuk Indonesa.
Salah satunya Feri. Menurutnya, program yang memiliki makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini bisa dimanfaatkan para petani muda dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan pertanian.
Baca Juga: NPK Petro Ningrat, Pupuk Bagi Petani Tembakau Produksi Pupuk Indonesia
“Melalui program Makmur kami mendapat banyak manfaat salah satunya kepastian pupuk sehingga petani itu bisa makmur dan sejahtera,” kata Feri.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nogo Dino, Winarno menyatakan, program Makmur menjadi solusi bagi petani untuk mendapatkan pupuk. Pasalnya, komoditi durian saat ini tidak lagi menjadi komoditi yang mendapat alokasi subsidi pupuk.
Winarno juga mengaku bahwa produktivitas tanaman duriannya mengalami peningkatan kualitas usai menggunakan pupuk jenis NPK yaitu Phonska Plus yang merupakan produk PT Petrokimia Gresik yang merupakan anak Perusahaan Pupuk Indonesia.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Bersama Perusahaan Jerman Kembangkan Green Hydrogen dan Green Ammonia di Kawasan PIM
“Melalui program Makmur, saya ingin pendampingan untuk memaksimalkan produktivitas dan kualitas,” ungkap Winarno.
Menanggapi hal tersebut, Rahmad mengajak petani durian di Desa Songgon untuk bergabung program Makmur.