Yaitu tim Petrokimia Gresik, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, serta tim ahli dari Politeknik Pengembangan Pertanian (Polbangtan). Salah satu poin penilaiannya adalah profitabilitas.
Baca Juga: Berkat Komitmen dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir, Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan dari BAPETEN
"Harapannya project ini menginspirasi PP lain di Indonesia serta pertanian di dalam negeri untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045 mendatang," ujar Dwi Satriyo.
Menurut Dwi Satriyo, Santri Makmur menjadi salah satu strategi yang dihadirkan Petrokimia Gresik untuk menyukseskan Program Makmur.
“Petrokimia Gresik beserta seluruh stakeholder terkait berkomitmen penuh untuk berperan aktif dan bersinergi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan regenerasi petani milenial dalam Program Makmur," tandas Dwi Satriyo.
Baca Juga: Dapat Apresiasi Tinggi, Program TJSL Petrokimia Gresik Sukses Borong 4 Penghargaan
Lebih lanjut, ia menambahkan, melalui program Santri Makmur, para santri mendapatkan kesempatan untuk menjadi tenaga pendamping project pertanian di lingkungan PP.
Maupun menjadi tutor/mentor yang memberikan edukasi pada project pertanian di PP.
"Kami berharap, Santri Makmur dapat menjadi salah satu tonggak sejarah Pupuk Indonesia Group dan Petrokimia Gresik dalam menciptakan masa depan baru di bidang pertanian," pungkas Dwi Satriyo.***