Sunarso menulai CAR tersebut merupakan al yang perlu direspons dengan tepat karena merupakan salah satu tantangan mewujudkan pertumbuhan berkualitas.
"Permodalan yang sangat kuat, biasanya, kompensasinya adalah return on equity-nya rendah karena terlalu besar modalnya," ujar Sunarso.
"Tapi ini sama-sama tinggi. BRI menjawab tantangan ini."
"Modalnya sangat kuat, artinya bank ini sangat sehat dari sisi permodalan, tapi modal yang kuat itu juga di-leverage menjadi revenue dan return yang baik."
"Hal tersebut ditunjukkan dari level return on equity BRI yang mencapai 20,01 persen," sambungnya.
Sunarso mengatakan bahwa dengan kemampuan yang baik dalam mengelola permodalan tersebut, manajemen perseroan optimistis mampu merealisasikan target pertumbuhan pada akhir 2023.