Kabar BUMN - Musim kemarau yang berkepanjang telah menciptakan kekeringan yang berdampak kepada aktivitas sehari-hari.
Tidak sedikit masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih bahkan untuk kebutuhan mendasar, seperti memasak dan mandi.
Karena permasalahan tersebut pula, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu memasang instalasi pipa dari pemanfaatan sumber mata air “Cumpleng”, pada Rabu (04/10/2023).
Sumber mata air berada di petak 4051e Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kejalen, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ledok.
Pemanfaatan sumber air tersebut ditujukan untuk 125 kepala keluarga masyarakat Desa Sambong, Kecamatan Sambong.
Administratur KPH Cepu melalui Kepala BKPH Ledok Sutanto mengatakan, kebutuhan air bersih sangat dirindukan dan diharapkan masyarakat guna mendukung aktivitas warga sehari-hari.
Baca Juga: Dapat Kunjungan dari Siswa TK Tunas Rimba, Perhutani Coba Kenalkan Hutan Sejak Usia Dini
“Air bersih yang dimaksud hanya mungkin didapatkan dengan melakukan pemasangan saluran pipa dari sumber mata air Cumpleng,” katanya.
Perhutani sendiri sangat mendukung program pipanisasi dan telah memberikan ruang serta melakukan pendampingan proses instalasi pipa saluran air sampai ke Desa Sambong.
“Semoga program bantuan ini bermanfaat untuk memenuhi air bersih sehari-hari masyarakat Desa Sambong,” harapnya.
Sementara itu, Kamituwo Desa Sambong Hanif Wicaksono menjelaskan, lebih dari 2,5 kilometer panjang saluran pipa dibangun untuk pemanfaatan sumber mata air Cumpleng.
“Untuk menjaga kelestarian Cumpleng, di sekitar sumber mata air telah ditanami berbagai macam pohon sahabat air buah-buahan serta dibuatkan penampungan air berkapasitas satu meter kubik,” jelasnya.***