Langkah pertama, pelaku UMKM harus mengecek kesahatan keuangan. Pemilik UMKM harus mampu mengelola pendapatannya dengan baik dan mempunyai aset yang lebih besar daripada utang miliknya.
Baca Juga: PLN Icon Plus Dorong Klungkung Menuju Smart City
Langkah yang kedua, UMKM diminta untuk lebih bijak menggunakan anggaran dengan memprioritaskan alokasi kebutuhan daripada keinginan.
Saat sudah memiliki pengetahuan terkait metode pengecekan ini, tentu pemilik UMKM akan lebih bijak dalam menggunakan uangnya untuk hal yang lebih produktif.
Terakhir, pelaku UMKM bisa melakukan diagnosis keuangan dengan mengacu kepada tiga aspek, yakni melihat jumlah dana di tabungan harus 6 kali dari pengeluaran bulanan, jumlah cicilan utang per bulan tidak lebih dari 30% pendapatan bulanan, dan kebiasaan menabung secara rutin setidaknya 10% dari laba usaha.
Baca Juga: Gunakan SPKLU PLN, Crew Dorna Sport: It's Very Good and Very Fast
Apaabila dari tiga aspek tersebut terpenuhi, maka keuangan UMKM tersebut dalam kondisi sehat. Sebaliknya, jika UMKM hanya memenuhi satu aspek maka kondisi keuangannya bisa jadi sakit.
Di situasi yang serba digital, Jamkrindo juga mendorong para pelaku UMKM melakukan digitalisasi laporan keuangan.
Pencatatan transaksi keuangan digital akan mempermudah UMKM untuk malakukan ragam transaksi keuangan bahkan tanpa mengetahui dasar-dasar akutansi.
Dalam acara yang dimulai sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WITA, Afif sebagai salah satu peserta, juga pemilik MOKO Donuts mengaku pemaparan materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM khususnya di Kota Parepare.
"Menurut saya workshop ini sangat bermanfaat karena selain ada materi pengelolaan keuangan, juga ada optimasi Google Maps dari Jamkrindo, sehingga ini sangat bermanfaat bagi UMKM khususnya di Kota Parepare dalam mengembangkan bisnis ke depannya,"katanya.***