Kabar BUMN - PT Pelindo Solusi Logistik atau SPSL selenggarakan program Kelompok Disabilitas Produktif (KEDIP).
Program yang masuk ke dalam salah satu program prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL SPSL tahun 2023 bidang pendidikan.
Penyelenggaraannya untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan kemandirian penyandang disabilitas di Indonesia.
Dengan sub program peningkatan kapasitas penyandang disabilitas, jumlah penerima manfaatnya sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penyandang disabilitas di wilayah Jakarta Utara.
SVP Sekretariat SPSL Kiki M Hikmat menjelaskan, “Program KEDIP ini merupakan program pendampingan kepada pelaku UMKM khususnya para penyandang disabilitas sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian dalam menjalankan usahanya.”
Program KEDIP, menurut Kiki, juga merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam pembangunan inklusif disabilitas dan kemitraan.
Baca Juga: Wujudkan Ekosistem Logistik Nasional Lebih Transparan, SPSL Perluas Standardisasi dan Digitalisasi
Kiki menambahkan, program KEDIP ini diharapkan dapat mewujudkan kesetaraan dan kesamaan hak penyandang disabilitas, tidak hanya sebagai subyek tetapi juga berperan aktif dan ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Dalam pelaksanaannya, program KEDIP diselenggarakan dengan menggandeng Yayasan Filantra dan melibatkan pekerja SPSL secara aktif sebagai bagian dari implementasi Employee Social Responsibility (ESR).
Kiki mendorong pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk mengenal packing dan branding dengan memberikan pelatihan desain yang dilakukan perwakilan Pekerja SPSL agar produk mereka tembus ke pasar yang lebih luas.
Baca Juga: Optimalisasi Aset, SPSL Dapat Kepercayaan untuk Garap Petikemas Pelabuhan Panjang
Tidak hanya itu, SPSL juga memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas tentang promosi produk online dan offline, optimalisasi penggunaan media sosial dan platform PaDi UMKM sebagai e-commerce pengadaan produk barang dan jasa, serta pencatatan keuangan sederhana.
Selain pelatihan, peserta program juga diberikan bantuan sarana usaha dan advokasi legalitas usaha.