Ini merupakan wujud dukungan ASDP terhadap program pemerintah Indonesia terkait elektronifikasi pembayaran di pelabuhan penyeberangan.
Baca Juga: Lestarikan Sejarah Lampung, ASDP Segera Bangun Museum Siger di Kawasan Bakauheni Harbour City
Perubahan pembayaran menjadi cashless ini juga bisa mempercepat layanan transaksi pembelian tiket di loket Pelabuhan, meningkatkan kepuasan pelanggan dengan beragam pilihan metode pembayaran, serta meningkatkan jaminan pendapatan dan meminimalisir praktik pembayaran.
“Pada tahap ini ASDP mulai menerapkan pembayaran cashless dimana pembelian tiket online dapat melalui pembayaran 11 virtual account, 3 e-wallet, 5 gerai retail, 3 internet banking, 6 sales channel, sedangkan tiket go-show menerima pembayaran dari 13 virtual account, 5 e-wallet dan 4 kartu uang elektronik,” jelas Shelvy Arifin.
Sementara fase ketiga adalah Reservasi Online dan Saluran Penjualan.
Baca Juga: 4 Tahun Transformasi BUMN, ASDP Sukses Pacu Digitalisasi Penyeberangan melalui Ferizy
Peningkatan layanan pembelian tiket pra perjalanan melalui reservasi online pada aplikasi Ferizy telah terlaksana di 17 pelabuhan.
Beberapa diantaranya yakni, Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk yang dapat diakses melalui Mobile Apps Ferizy dan Web Reservation ferizy.com.
Sementara pembelian tiket di 13 pelabuhan lainnya, yakni Ajibata, Ambarita, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Lembar, Padangbai, Jepara, Karimunjawa, Ujung, Kamal, Pototano, dan Kayangan dapat diakses melalui laman website trip.ferizy.com.
Baca Juga: ASDP Kembali Operasikan KMP Ferrindo V untuk Rute Patimban-Pontianak dan Patimban-Banjarmasin
Sistem e-ticketing juga telah diterapkan untuk lintas Long Distance Ferry (LDF) Ketapang – Lembar.
Metode pembayaran tiket online juga lebih bervariasi, yakni bisa melalui lebih dari 120 pilihan metode pembayaran, mulai dari Virtual Account, Gerai Ritel, E-Wallet, Internet Banking, hingga Finpay Code.
Menjelang akhir tahun 2023, reservasi tiket online melalui domain trip.ferizy.com juga akan diberlakukan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kepulauan Bangka Belitung pada awal November.
ASDP juga berencana akan terus mempercepat pengembangan digitalisasi pelabuhan di cabang lainnya.***