Kabar BUMN - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sepakati perluasan kerja sama dengan industri global, Bell Textron Inc. dan Honeywell.
Kerja sama ini tertuang dalam Strategic Collaboration Framework Agreement (SCFA) untuk perluasan Global Outline Agreement (GOA) untuk tail boom pada helikopter Bell 412.
Dan penjajakan potensi PTDI menjadi bagian dari rantai pasok untuk aerostructure/sub-assembly helikopter Relentless Super Medium Bell 525 yang saat ini sedang dikembangkan.
Baca Juga: Untuk Kedua Kalinya PTDI Ekspor Pesawat Terbang NC212i ke Filipina
Di bidang kerja sama komersil, PTDI dan Bell Textron Inc. telah berkolaborasi sejak tahun 1982 melalui license agreement penjualan dan produksi.
Di sini PTDI menjadi pemasok suku cadang tail boom dan pylon serta melakukan door assembly, termasuk dalam penggunaan Helikopter Bell 412 oleh TNI AD.
Di kesempatan ini, Direktur Produksi PTDI Batara Silaban juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Vice President of Business Development Honeywell Donna Rogers untuk berkolaborasi dalam beberapa inisiatif guna peningkatan kesiapan misi bagi end user.
Baca Juga: Kerja Sama dengan Mitra selaku Reseller, PTDI Perluas Pasar Ekspor ke Cina
MoU ini akan mendukung industri pertahanan Indonesia dalam bidang jasa pemeliharaan, peningkatan suku cadang, dan manufaktur.
Perjanjian ini merupakan perluasan kemitraan Honeywell dan PTDI yang sudah terjalin sejak tahun 1992, khususnya dalam melokalisasi kemampuan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) untuk produk Honeywell.
Adanya perjanjian ini dapat mendorong PTDI membangun rantai pasok yang semakin kuat di Indonesia untuk produk-produk dirgantara.
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengungkapkan apresiasinya PTDI dapat memperluas lingkup kerja sama dengan Bell Textron Inc. dan Honeywell.
Menurutnya, kemitraan ini merupakan ujung tombak pengembangan industri kedirgantaraan dalam negeri, yang tentunya dapat membawa PTDI sebagai perusahaan BUMN di bawah Holding Defend ID, menjadi pemain MRO global.