Menurutnya, fokus utama dari pemeriksaan lintas jalan kaki adalah mengecek kondisi rel, wesel (alat pemindah jalur), persinyalan, kondisi jembatan, terowongan, dan aset yang dimiliki oleh KAI. Kemudian, manajemen KAI juga meninjau fasilitas stasiun untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi.
Baca Juga: Hutama Karya Manfaatkan Teknologi Canggih untuk Optimalkan Layanan di Jalan Tol
Interaksi dengan penumpang dan penerimaan kritik serta saran turut diperhatikan untuk meningkatkan pelayanan. Pihak manajemen juga melakukan pengujian pemahaman tentang peraturan perjalanan kereta api kepada petugas penjaga pelintasan dan juga pengatur perjalanan kereta api yang ada di stasiun.
Selain itu, pihak manajemen juga memberikan bantuan kepada petugas yang di lintas sebagai apresiasi dan dapat menambah semangat dalam berdinas.
"Kami juga melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di dekat rel kereta, untuk tidak melakukan aktivitas atau menaruh barang di sekitar jalur rel kereta karena hal tersebut dapat membahayakan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat yang bersangkutan," tuturnya.
Baca Juga: Bisa Produksi Green Hydrogen dengan Cepat, Begini Inovasi yang Dilakukan PLN
KAI berkomitmen untuk selalu siap dan melaksanakan perawatan serta perbaikan jalur, sehingga perjalanan kereta api di seluruh area kerja KAI tetap lancar dan aman.
Salah satu upaya yang diambil adalah dengan turun langsungnya manajemen KAI dalam melakukan pemeriksaan lintas jalan kaki.
"Hal ini dilakukan oleh manajemen KAI agar lebih detail dan apabila ada temuan bisa langsung segera ditangani. Tidak hanya itu, dengan turun langsung melakukan pemeriksaan lintas jalan kaki, manajemen KAI dapat mendengarkan langsung kondisi dari pegawai yang berada di lintas serta sehingga kedekatan antara manajemen KAI dan pegawai di lintas semakin erat terjalin," pungkas Joni.***