Kabar BUMN - POS IND luncurkan mesin sortir robotik dan RFID (Radio Frequency Identification) di Pos Bloc Surabaya.
Direktur Utama POS IND Faizal Rochmad Djoemadi menyampaikan, penggunaan mesin sortir robotik dan RFID dilakukan untuk meningkatkan customer experience yaitu pengiriman produk yang lebih cepat dan aman.
Menurut Faizal, penggunaan mesin sortir robotik dan RFID merupakan bagian dari program kerja POS IND, yaitu Otomatisasi dan Modernisasi proses bisnis.
Baca Juga: Pos Indonesia Meresmikan Merek dan Logo Baru POS IND: Pos Indonesia Integrated National Distribution
“Kami akan melanjutkan Transformasi Proses agar kerja kebih efisien dan efektif. Digitalisasi, otomasi dan robotik akan menjadi competitive dan comparative advantage bagi POS IND dalam kompetisi,” ungkap Faizal.
Mesin sortir robotik yang digunakan di POS IND adalah Autonomous Mobile Robots (AMR), yaitu jenis robot yang memiliki Artificial Intelligence (AI) yang dilengkapi dengan sensor dan teknologi komputasi sehingga dapat mempelajari daan menafsirkan lingkungannya.
Jumlah robot yang terdapat di SPP Surabaya sebayak 40 buah. Keempat puluh unit robot ini mampu menyortir 3.000 paket per jam.
Baca Juga: Pos Bloc Surabaya Diresmikan, Gedung Kantorpos Bersejarah Disulap Jadi Ruang Kreatif
Adapun sistem RFID merupakan sebuah sistem identifikasi obyek yang terdiri dari reader (pembaca) dan tag (penanda).
Reader akan memancarkan gelombang radio yang akan memantulkan informasi tag yang berada dalam jarak jangkauannya. Informasi tag RFID bersifat unik dan hanya ada satu di seluruh dunia.
Penggunaan mesin sortir robotik selanjutnya akan diimplementasikan di SPP Jakarta. Teknologi RFID sendiri saat ini sudah digunakan di SPP Surabaya dan SPP Jakarta. Targetnya, tahun 2024 RFID akan digunankan di seluruh SPP dan KCU di Pulau Jawa.
Baca Juga: PT Pos Indonesia Gelar Pelatihan Bagi Kelompok Wanita Tani Desa Cilembu Sumedang
Transformasi Proses adalah satu dari tujuh program transformasi yang digagas POS IND. Benang merah dari Transformasi Proses ialah mengautomasikan pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan terkait pemrosesan kiriman yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Tahun ini merupakan tahun ketiga dari perjalanan transformasi bisnis POS IND.***