Kabar BUMN - Melaksanakan syukuran atas keberhasilan pengatapan atau topping off untuk fasilitas Research & Technology Center (RTC) Terintegrasi, PT Patra Jasa menyuguhkan kegiatan syukuran ini dalam rangka memberikan kado HUT ke 66 PT Pertamina (Persero).
Capaian ini merupakan salah satu moment penting dalam mewujudkan Indonesia mencapai nol emisi pada 2060.
RTC Terintegrasi Pertamina bukan sekedar bangunan pusat untuk kebutuhan riset dan teknologi.
Baca Juga: Dukung Upaya Kemanusiaan, Aksi Donor Darah Elnusa Kumpulkan 546 Kantong Darah Sepanjang 2023
Lebih dari itu, RTC diharapkan akan mendukung kemandirian energi Indonesia.
Dari sini akan lahir inovasi-inovasi yang dapat mewujudkan transisi energi Indonesia ke depan.
Selama ini, tempat riset dan teknologi berdiri secara terpisah-pisah.
Adanya RTC membuat riset dan teknologi menjadi lebih terintegrasi.
“RTC Terintegrasi ini merupakan wujud nyata dalam keberlangsungan bisnis, meningkatkan produksi migas, peningkatan diversifikasi produk pengolahan, dan mendorong inovasi baru, yang berkaitan dengan sustainability dan upaya net zero emission Pertamina lainnya,” kata SVP Upstream & Portfolio Co. Business Development & Portfolio, Edy Karyanto, Rabu, 6 Desember 2023.
RTC Terintegrasi yang berada di lahan milik Pertamina di Jalan Daan Mogot KM 16, Jakarta Barat dibangun menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), serta didukung pemanfaatan teknologi smart-construction, seperti Augmented Reality.
Sebagai gedung riset terpadu Pertamina, RTC Terintegrasi terdiri dari beberapa bangunan, di antaranya laboratorium utama yang terdiri dari 51 laboratorium yang bisa menampung sekira 200 pekerja dan akan dijadwalkan selesai pada bulan Agustus 2024.
Laboratorium terbuka diperkirakan dapat di isi 50 pekerja, dan business center dengan kapasitas sekitar 100 pekerja.
Baca Juga: 5 Kuliner Indonesia yang Hampir Punah, Kebanyakan Karena Terkendala Bahan Baku