Kabar BUMN - BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia meraih enam emas dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2023 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Keenam PROPER Emas yang berhasil diboyong Grup MIND ID berasal dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) lewat Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia, Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, dan PT Timah Tbk melalui TB Batu Besi.
Kemudian, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) lewat Unit Pelabuhan Tarahan dan Unit Pertambangan Tanjung Enim, dan PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum lewat Pembangit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Menyabet enam PROPER Emas menunjukkan keberhasilan Grup MIND ID dalam mewujudkan Environmental, Social, and Governance (ESG).
"Kami yakini PROPER ini suatu tolak ukur atau indikator mengenai tingkat maturitas ESG. Ini adanya di dalam PROPER, karena PROPER itu identik dengan ESG," kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso.
Hendi mengatakan sangat penting bagi Grup MIND ID memiliki tolak ukur pencapaian keberhasilan sebagai perusahaan tambang yang mengusung keberlanjutan. Tolak ukur tersebut, lanjut dia, salah satunya didapat melalui penilaian PROPER KLHK.
Baca Juga: Dukung Kinerja PT Timah, Direktur MIND ID Lakukan Kunjungan Kerja ke Bangka Belitung
“Jadi sangat penting bagi kami seperti perusahaan penambang di dunia lainnya bahwa kita punya tolak ukur yang jelas, referensi yang jelas mengenai keberhasilan kami dalam melakukan semua pilar daripada sustainability yang kita butuhkan,” ucapnya.
Atas capaian ini menunjukkan kenaikan raihan PROPER Emas Grup MIND ID dibandingkan tahun 2022.
Tahun lalu Grup MIND ID hanya meraih empat PROPER Emas saja, masing-masing lewat PT Timah Tbk., melalui Unit Metalurgi Muntok dan Operasi Kepri dan Riau Unit Metalurgi Kundur; PTBA lewat Unit Pelabuhan Tarahan; dan PT Inalum melalui Smelter Plant.
Baca Juga: Strategi MIND ID untuk Capai Target Penurunan Emisi 5,2 Juta Ton CO2
Hendi mengungkapkan, "Kalau namanya award PROPER Emas-nya sendiri kami nilai sebagai bonus saja, kalau dapat syukur, kalau tidak dijadikan modal untuk perbaikan ke depannya.”
“PROPER Itu semacam input yang penting bagi kami dan jajaran yang kami bina kita berada di level mana, dan melakukan ruang-ruang perbaikan di sebelah mana," kata Hendi.