“Sepanjang tahun 2023, PHI beserta anak perusahaan dan afiliasinya telah menyelesaikan pengeboran sebanyak 170 sumur pengembangan (eksploitasi) dan 4 sumur eksplorasi. Dengan tingginya kegiatan pengeboran dan target angka produksi tersebut, kita dituntut untuk terus mempertahankan keandalan fasilitas produksi, terminal, dan fasilitas pendukung lifting migas sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian angka produksi dan lifting migas Indonesia,” papar John.
Pada kesempatan ini, John menyampaikan pentingnya komitmen untuk senantiasa menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, ramah lingkungan, dan patuh terhadap seluruh peraturan yang berlaku sesuai penerapan prinsip ESG (Environment, Social, dan Governance).
“Kegiatan kunjungan bersama ini merupakan momen baik untuk berkumpul dan membangun kerja sama, berkolaborasi serta bersinergi untuk mencapai tujuan. Kegiatan ini menjadi ajang untuk mengapresiasi seluruh pekerja, khususnya yang berada di garis depan dan mengajak mereka untuk terus meningkatkan kinerja yang sudah baik dan berinovasi sehingga dapat memberikan hasil yang baik juga di tahun-tahun yang akan datang,” tutup John.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG (Environment, Social, Governance) di Regional 3 Kalimantan.
Tahun 2022 lalu, melalui anak perusahaan dan afiliasinya, PHI mencatatkan produksi minyak sebesar 57,8 ribu barel minyak per hari (MBOPD) produksi gas sebesar 668,3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Dalam mencapai visinya menjadi perusahaan migas kelas dunia, PHI terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi dalam menghasilkan energi yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan untuk mendukung #EnergiKalimantanUntukIndonesia.