Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan periode tahun 2022 yakni Rp1,3 kuadriliun.
“Angka fantastis ini menunjukkan komitmen BRI dalam mengakselerasi akses produk perbankan di masyarakat.
“Di sisi lain, hal ini juga menunjukkan pemerataan transformasi keuangan bagi masyarakat daerah karena proses bisnis di AgenBRILink adalah hybrid atau cenderung digital,” ucap Sunarso, seperti dikutip KabarBUMN.com dari bri.co.id, Sabtu (13/1/2024).
Ia menambahkan, fokus BRI saat ini adalah hybrid bank atau perpaduan pengembangan digitalisasi di perbankan sambil terus menyediakan layanan konvensional.
Hal ini sesuai dengan target BRI yang membidik sektor informal hingga usaha mikro melalui Holding Ultra Mikro.
Strategi ini dianggap Sunarso sebagai keberhasilan untuk meningkatkan akses masyarakat di daerah terhadap produk perbankan.
Ke depannya, BRI dan BRI group diharapkan bisa membuka peluang baru bagi produk lainnya selain tabungan.
“Maka kita kembangkan hybrid bank, kita digitalkan core-nya, ekosistemnya kita rangkai secara digital, dan digital proposition-nya kita perkuat," sambung Sunarso.
Dalam pelaksanaannya, AgenBRILink selalu siap melayani kebutuhan masyarakat sekalipun dalam periode hari libur.
Kehadiran AgenBRILink juga terbukti mempermudah aktivitas masyarakat Indonesia melalui fitur-fitur yang tersedia.
Baca Juga: DPLK BRI Ditunjuk PT PP Infrastruktur untuk Jamin Kesejahteraan Pekerja di Masa Purnakarya
Fitur-fitur it diantaranya pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA dan pinjaman, serta transaksi lainnya.
Selain itu masih ada pula pengembangan fitur AgenBRILink untuk memaksimalkan layanan demi memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.