Kabar BUMN - 72 masinis KCIC sedang menjalani pelatihan operasional untuk Kereta Cepat Whoosh sejak 27 Februari 2023.
Pelatihan mencakup aspek teori dan praktik guna meningkatkan kompetensi dan penguasaan teknologi kereta cepat Whoosh.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah transfer knowledge untuk memajukan SDM perkeretapiaan Indonesia.
Baca Juga: KCIC Sediakan Park and Ride yang Aman dan Nyaman di Stasiun Kereta Cepat, Pembayaran Non Tunai
Tujuannya adalah agar terbentuk SDM Indonesia mampu mengoperasikan teknologi kereta cepat secara mandiri.
Eva mengungkapkan, kehadiran Whoosh menciptakan momen bersejarah bagi perkeretaapian Indonesia.
“Berbagai teknologi tinggi yang dipergunakan kami pelajari secara bertahap dimana nantinya akan kita kendalikan sepenuhnya oleh putra-putri terbaik Indonesia,” ujar Eva.
Masinis yang dilatih merupakan masinis yang telah berpengalaman dalam mengemudikan kereta konvensional selama minimal 3.000 jam atau 100.000 km.
Pelatihan dibagi menjadi dua tahap, dengan tahap pertama berfokus pada pelatihan teori di Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun dan tahap kedua melibatkan pelatihan praktik di Depo Tegalluar.
Di Depo Tegalluar, masinis diberikan pembelajaran praktik melalui komputer dan simulator kabin masinis EMU.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, KCIC akan Optimalkan 4 Stasiun Kereta Cepat Whoosh
Simulator ini merupakan replika dari sarana Whoosh yaitu tipe KCIC400AF yang seluruh perlatan dan fungsinya sama dengan yang nantinya akan digunakan saat berdinas.
Simulator ini tidak hanya memerlukan keterampilan menjalankan dan menghentikan kereta, melainkan juga menghadapi berbagai skenario.