Lebih dari 250 kg sampah anorganik telah diolah menjadi plakat serta kerajinan tangan berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual.
3. Penghargaan kategori mengembangkan edukasi perubahan iklim - Kilang Dumai
Inisiasi Program Dumai Minapolitan mengantarkan Kilang Dumai meraih penghargaan ini.
Ini adalah program resiliensi lingkungan sebagai transformasi dalam menghadapi perubahan iklim.
Program ini berfokus pada upaya untuk mengatasi perubahan iklim melalui konsep pemberdayaan masyarakat dan serta penerapan konsep memanfaatkan sumber daya alam secara efisien.
Baca Juga: Berhasil Masuk Fortune 500 Global, Kilang Pertamina Internasional Terus Genjot Kontribusi
4. Penghargaan kategori mengembangkan edukasi perubahan iklim - Kilang Balikpapan
Penghargaan ini diberikan untuk mengapresiasi program Pelita Borneo yang diinisiasi Kilang Balikpapan.
Pelita Borneo merupakan kelompok binaan Kilang Balikpapan yang berfokus pada pembuatan Eco-Enzym.
Eco-Enzym merupakan larutan/cairan multifungsi yang dihasilkan dari proses fermentasi dari sisa sampah organik, gula merah, tebu, dan air.
Kelompok ini telah memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar berupa Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme dari limbah sampah organik.
Selain itu, kelompok ini juga memberikan Pelatihan Pembuatan Eco-Brick yang memanfaatkan limbah anorganik dari kemasan plastik.
Kelompok ini juga telah mendirikan Rumah Kreatif Pelita Borneo 38 sebagai pusat edukasi atau pembelajaran bagi masyarakat atau pelajar yang tertarik untuk belajar pengelolaan limbah sampah rumah tangga.
Baca Juga: Apresiasi Perwira Pemadam Kebakaran, Kilang Pertamina Internasional Gelar KPI Firefighter Summit