Kabar BUMN - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan maraknya kasus kejahatan siber terbaru, yakni ‘quishing’.
Quishing merupakan teknik gabungan antara kejahatan siber phishing (pengelabuan) dengan teknologi Quick Response (QR) untuk pembayaran elektronik.
Penjahat siber dengan modus ini berupaya mencuri informasi dan data pribadi, keuangan, atau kredensial seperti user ID, password, PIN, hingga OTP korban pengguna.
Baca Juga: QRIS: Teknologi Transaksi Digital yang Aman dan Nyaman
BRI pun mewanti agar masyarakat semakin waspada terkait informasi menyesatkan yang datang dari berbagai sumber tidak resmi.
Menurut pihak BRI, terdapat beberapa metode quishing yang umum diterapkan pelaku.
Di antaranya manipulasi kode QR, kode QR dengan tautan tujuan berupa situs phishing, dan kode QR dengan memasukkan aplikasi bertujuan jahat (malware injection).
Baca Juga: Pemanfaatan QRIS bagi UMKM
Terkait dengan modus penipuan tersebut, BRI terus mengedukasi nasabahnya agar terus waspada dan terhindar dari segala jenis bentuk kejahatan perbankan semacam ini.
Berikut enam langkah praktis agar nasabah dapat terhindar dari quishing, khususnya yang berhubungan dengan pembayaran elektronik.
Pertama, lakukan verifikasi kode QR dengan memastikan kode QR berasal dari sumber resmi dan bonafide.
Baca Juga: Gampang Banget, Begini Cara Bayar Pakai QRIS Melalui BRImo
Pastikan nama atau identitas pedagang yang tertera pada aplikasi sesuai dengan tujuan pembayaran yang diinginkan.
Kedua, periksa informasi ketika melakukan transaksi pembayaran.