“Ceritanya, paparan amoniak itu tersebar ke lingkungan di sekitar perusahaan sehingga berdampak kepada warga,” kata Yusman.
Menangani hal itu, tim keadaan darurat Pupuk Kujang melakukan berbagai tindakan untuk menanggulangi insiden.
Termasuk menyelamatkan karyawan dan masyarakat yang terdampak.
Dalam simulasi tersebut, berbagai reaksi capat, tepat dan taktis diperagakan oleh tim.
Baca Juga: ASDP Pastikan Kesiapan Kapal dan Pelabuhan Guna Antisipasi Long Weekend, Isra Miraj dan Imlek
Dalam simulasi ini, Pupuk Kujang melibatkan puluhan masyarakat.
Puluhan warga itu dievakuasi ke tempat aman untuk menghindari paparan amoniak yang melebihi ambang batas normal.
Dalam simulasi itu, masyarakat diberi pemahaman tentang cara menghindari amoniak bahkan gas beracun dengan kadar pekat yang bisa berpotensi terjadi.
Baca Juga: INKA Group Kembali Pasok Gerbong Barang ke New Zealand
Tujuannya untuk melatih semua pihak jika menghadapi situasi yang sebenarnya.
Sekretaris Perusahaan dan Tata Kelola Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan menuturkan, simulasi tersebut merupakan bukti keseriusan Pupuk Kujang dalam menjalankan budaya K3.
“Kita selalu mengupayakan kebocoran seperti tidak sampai terjadi. Namun untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, kami melakukan simulasi ini untuk meminimalisir dampak saat terjadi emergency,” kata Ade.
Baca Juga: Sedang Viral dan Banyak Dicari, Yuk Coba Buat Cromboloni di Rumah dengan Resep Berikut
Selain melibatkan karyawan Pupuk Kujang, pelatihan tanggap situasi bencana ini juga diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Polsek Cikampek, Puskesmas Cikampek dan perangkat desa Dawuan Tengah.
Kepala BPBD Karawang, Mahpudin, mengapresiasi Pupuk Kujang atas simulasi penanganan kebocoran amoniak.