Salah satu aspek terpenting dari adanya digitalisasi di bisnis kilang dan petrokimia adalah fungsinya sebagai insight generator.
“Artinya, tools yang kita gunakan harus mampu mengolah data menjadi informasi yang akurat serta mempertajam kemampuan pengambilan keputusan dan pada akhirnya meningkatkan value creation dan profit.
"KPI telah menciptakan tak kurang dari 500 aplikasi termasuk Dashboard Monitoring guna mendukung optimasi bisnis.
"Kedepannya kita targetkan adanya penyempurnaan serta konsolidasi agar aplikasi-aplikasi tersebut semakin powerful,” jelas Taufik.
Ia menambahkan, bersama Pertamina Grup, KPI memiliki target untuk meningkatkan maturitas data analytic Pertamina dari angka 2 menjadi 3 bahkan 4.
“Berdasarkan evaluasi, sudah banyak hal positif dari inovasi digital KPI termasuk pengambilan keputusan berdasarkan dashboard operasional hingga adopsi metodologi yang agile.
"Tentunya di tahun-tahun ke depan, kami terus meningkatkan perbaikan dan percepatan digitalisasi,” jelas Taufik.
Ia menegaskan bahwa KPI terus berkolaborasi dengan Pertamina Group untuk menerapkan tiga pilar utama bisnis Pertamina.
Ketiga pilar itu adalah Keberlanjutan, Pengembangan Teknologi Migas dan Low Carbon, serta teknologi digitalisasi.
Sukses Gelar Expo Digital
Baca Juga: Berhasil Masuk Fortune 500 Global, Kilang Pertamina Internasional Terus Genjot Kontribusi
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen turut menyampaikan apresiasi kepada KPI.