Sementara, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menambahkan potensi pertanian organik di Indonesia sangat besar.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Beri Pelatihan Softskill Pada 75 Penerima Bestro Jenjang SMA
Data Aliansi Organik Indonesia (AOI) menyebut, terdapat 251.630 Hektare (Ha) lahan pertanian organik di Tanah Air.
Namun, sebelumnya belum ada pupuk NPK berbasis organik dengan kandungan Nitrogen (N), Phosphate (P), dan Kalium (K) yang terstandar organik Indonesia.
"Phonska Alam merupakan pupuk NPK berbasis organik pertama di Indonesia.
"Kandungan N, P, dan K pada pupuk ini sudah terstandar dan bermutu bagi pertanian organik sehingga sangat tepat untuk menjadi solusi kemajuan pertanian organik di Indonesia," ujar Dwi Satriyo.
Pupuk Phonska Alam diproduksi menggunakan bahan baku sumber N, P, dan K yang berasal dari mineral alami, tanpa menggunakan bahan kimia sintetis.
Sehingga dipastikan sesuai untuk pertanian organik di Indonesia.
Baca Juga: IGA 2024, Petrokimia Gresik Dinobatkan Sebagai ‘The Ultimate’ Dalam Pengelolaan Lingkungan
Bahkan, pupuk ini sudah memiliki tanda logo “Organik Indonesia” sebagai wujud perlindungan atau jaminan bagi konsumen atas kualitas Phonska Alam.
“Jika selama ini petani organik menggunakan cara-cara konvensional untuk memberikan unsur hara N, P, dan K pada tanaman, misal memanfaatkan air cucian beras, pohon pisang, sabut kelapa atau lainnya.
"Sekarang kami menawarkan cara yang lebih efektif, efesien, dan terukur atau terstandarisasi melalui Phonska Alam,” ujar Dwi Satriyo.
Adapun dalam demplot di Bogor ini, Petrokimia Gresik menggandeng Kelompok Tani "Lemah Duhur" yang memiliki 57 anggota petani.