trending

BRI Siapkan Strategi Pencadangan Memadai Jelang Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir

Rabu, 21 Februari 2024 | 07:30 WIB
BRI Siapkan Strategi Pencadangan Memadai Jelang Restrukturisasi Kredit COVID-19 Berakhir (Jennaira)

BRI telah membentuk regional risk management di setiap wilayah untuk mengawal kualitas kredit serta secara aktif melakukan monitoring pada portofolio kredit.

Pada tahun ini, BRI juga akan berfokusnya di penguatan kapabilitas retail banking serta memiliki aspirasi tambahan yaitu optimalisasi kontribusi perusahaan anak.

Baca Juga: Mudik Tanpa Macet dengan Kereta Api, Pesan Tiket KA Lebaran 2024 Melalui Fitur BRImo Travel, Ada Cashback hingga Rp100 Ribu

Kemudian akan tetap fokus kepada pada UMKM khususnya di ultra mikro.

Oleh karena itu, melanjutkan kinerja dan strategi Holding UMi akan tetap menjadi prioritas utama sebagai sumber pertumbuhan baru.

“BRI akan tetap memastikan tersedianya sumber pertumbuhan baru, terutama datang dari segmen ultra mikro."

"Yang kedua adalah memastikan kecukupan modal untuk meng-cover pertumbuhan bisnis secara sustain di tahun 2024 ini,” tambahnya.

Baca Juga: Panduan Mempersiapkan One Day Trip Memanfaatkan Waktu di Akhir Pekan

Seperti diketahui, dari sisi fungsi intermediasi hingga akhir Desember 2023, BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 11,2% yoy menjadi Rp1.266,4 triliun.

Pencapaian ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan penyaluran kredit industri perbankan nasional yang sebesar 10,4% yoy di sepanjang tahun 2023.

Sementara itu, kinerja BRI sepanjang tahun 2023 secara konsolidasian tercatat aset perseroan tumbuh 5,3% yoy menjadi sebesar Rp1.965 triliun.

Baca Juga: Selaras Pertumbuhan Pelindo Regional 4, Pencapaian Kinerja Pelabuhan Pantoloan Sepanjang 2023 Rerata Juga di Atas 100%

Kemudian membukukan laba sebesar Rp60,4 triliun atau tumbuh 17,5% year on year (yoy).

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir Desember 2023 BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.358,3 triliun atau tumbuh 3,9% yoy.

Pencapaian ini juga lebih baik dibandingkan dengan DPK industri perbankan nasional yang tumbuh 3,8% secara yoy pada akhir Desember 2023.

Halaman:

Tags

Terkini