"Dari situ, muncul ide untuk menciptakan roti bakar, namun bahan dasarnya menggunakan campuran pastry,” cerita Yusuf.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Pamerkan Pertamax Turbo si Produk BBM Berkualitas Tinggi di IIMS 2024
Yusuf juga menjelaskan bahwa kawasan pecinan yang menjadi tempatnya berjualan itu sekarang masih terbilang stabil buat para pelaku UMKM.
Bahkan, usaha roti bakar kukus rintisan yusuf pun juga memiliki omzet yang lumayan stabil.
Yaitu berkisar di angka Rp15-20 juta setiap bulannya.
“Untuk kawasan pecinan ini terkadang pasang surut, tetapi masih stabil."
"Ada kalanya area ramai karena bertepatan dengan event tertentu, seperti hari raya dan sebagainya."
"Akan tetapi, kalau hari-hari biasa, khususnya pada Senin-Kamis, kondisi lebih sepi pengunjung dan banyak pelaku usaha yang tak mencapai target harian,” jelasnya.
Baca Juga: Ingat, Lowongan Kerja di PT Pegadaian Posisi Assistant Manager Unit Gadai Efek Ditutup Hari Ini
Bantuan dan Dukungan dari CSR BRI Peduli
Sejak pertama kali dibuka, kawasan wisata Pecinan Kya Kya terus berkembang dan didatangi pengunjung baik dari dalam maupun dari luar kota Surabaya.
Pengembangan kawasan ini juga tidak luput dari bantuan dari BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli.
Adapun bantuan tersebut berupa bantuan sarana prasarana pendukung usaha berupa tenda, meja, kursi, serta ornamen-ornamen yang turut meramaikan tenant-tenant para pelaku ussaha.
Baca Juga: Angkasa Pura II Perkuat Aspek Kenyamanan, Keselamatan dan Kemanan di Bandara