Yaitu KRI Banjarmasin-592, KRI Banda Aceh-593, BRP Tarlac-601, BRP Davao Del Sur-602, KRI Semarang-594, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dan berbagai produk LPD lainnya yang sedang dikerjakan.
Di sinilah letak peran teknologi rancang bangun yang disajikan oleh PT PAL kepada customer.
Di mana pada varian tertentu kapal LPD tidak hanya mampu mengangkut pasukan namun juga mengangkut berbagai kendaraan tempur serta helikopter dengan kapasitas helipad untuk 3 helikopter dan 1 heli hangar.
Di samping itu ada LPD yang dilengkapi 4 landing craft vehicle personel (LCVP) dan 2 landing craft utility (LCU).
Sehingga kemampuan debarkasi pasukan menjadi lebih optimal, bahkan juga ada yang dilengkapi sensor weapon and command (sewaco).
Terlebih PT PAL juga menyuguhkan berbagai fitur equipment pendukung di kapal seperti vehicle lift, passanger lift, turn table, snatch winch.
Tidak berhenti di situ bahkan pada saat pandemi yang melanda dunia PT PAL menyajikan solusi yaitu Kapal Bantu Rumah Sakit.
“Sebagai kapal pendukung, LPD memiliki peran vital dalam operasi militer."
"Mereka mampu membawa pasukan tempur, peralatan, dan kendaraan tempur ke wilayah konflik dengan cepat dan efisien serta memastikan pasukan dapat dikerahkan dengan cepat saat dibutuhkan,” tambahnya.
Pengembangan LPD telah mencapai tahap yang luar biasa.
Saat ini, PT PAL tengah membangun kapal LPD terbesar sepanjang 163 meter dengan persenjataan lengkap untuk kebutuhan ekspor.
Hal ini menunjukkan komitmen PT PAL Indonesia dalam menghadirkan solusi pertahanan yang canggih dan handal untuk menjaga kedaulatan negara.