“Terlebih, penggunaan Biogas dari sampah di TPA ini dapat menjadi pilihan yang ekonomis dan efisien untuk masyarakat setempat,” jelas Budi Hartanto.
Baca Juga: PT Sucofindo Buka Lowongan Magang, Tersedia 5 Posisi untuk Kerja di BUMN
Ia berharap, di masa depan TPA Kaligeding dapat menjadi percontohan untuk mendukung pengembangan Center of Excellence & Research.
“Kami pun menginisiasi terbentuknya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM/Pokmas) sebagai sarana komunikasi dan koordinasi warga penerima manfaat biogas dari sampah di TPA untuk menjadi energi baru terbarukan (biogas),” ungkapnya.
Melalui program ini, tercipta pipa biogas sepanjang 1.036 m yang dapat dinikmati oleh sekitar 148 warga Desa Kaligeding.
Adanya biogas ini juga berdampak langsung pada berkurangnya pembelian gas LPG sebesar 103 tabung/bulan.
Sekaligus mengurangi penebangan pohon oleh masyarakat yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.
“Kedepannya kami akan menargetkan untuk konsisten menambah cakupan pemanfaatan biogas ini, dan memperluas jangkauan wilayah, serta konsisten menciptakan program-program untuk masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Magang di BUMN, PT Sucofindo Buka Lowongan Administrasi untuk Penempatan di Jakarta Selatan
“Karena bagi kami TJSL BUMN menjadi change agent dalam membantu pemerataan dan keseimbangan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tandas Budi Hartanto.***