Dukungan permodalan dari PT Timah telah memungkinkan Levaria untuk mengembangkan usahanya secara signifikan.
Baca Juga: Sambut Ramadan, PT Timah Salurkan Bantuan Paket Sembako ke Kaum Dhuafa dan Marbot Masjid di Kundur
Awalnya hanya memproduksi beberapa kilogram, kini produksinya telah meningkat dua kali lipat, bahkan mencapai 300 kilogram saat bulan puasa.
Levaria juga berhasil membangun rumah produksi sesuai standar BPOM dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Bahkan, Levaria berhasil memberdayakan masyarakat sekitar yang turut mengangkat perekonomian setempat.
Baca Juga: Melalui Program-program CSR, PT Timah Konsisten Berdayakan Masyarakat di Lingkar Tambang
“Saat ini saya bisa memperkerjakan empat hingga lima orang dalam proses produksi ini,” katanya, seperti dikutip KabarBUMN.com dari timah.com, Minggu (24/3/2024).
Sundari, warga Dusun Simpang Tiga Desa Simpang Tiga Kecamatan Renggiang, Kabupaten Belitung Timur, juga merasakan manfaat dari Program PUMK.
Dia berhasil mengembangkan usaha sambal lingkong dengan merek "Caesar Pa'iq" dari skala kecil hingga memiliki izin PIRT dan halal.
Selain itu, Sundari juga memproduksi kerupuk dan sirop jeruk kunci.
“Saya berharap PT Timah Tbk terus membantu UMKM lokal ini, agar bisa terus mengembangkan usahanya,” harapnya.
Program PUMK bukan hanya sekadar mendukung permodalan, tetapi juga membantu dalam pengembangan keterampilan dan akses pasar bagi UMKM lokal.
Baca Juga: Tahun 2024, PT Timah Targetkan Reklamasi 396,5 Hektare Lahan Pasca Tambang di Bangka Belitung
Dengan langkah konkret melalui Program PUMK, PT Timah menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UMKM di Indonesia.***