trending

Memanfaatkan Lahan Bekas Tambang, PTBA Membangun Pusat Persemaian hingga Kota Wisata dengan Dampak Perputaran Ekonomi Sekitar Rp22 Miliar

Senin, 1 April 2024 | 13:30 WIB
Sesi pemaparan PTBA di Focus Group Discussion bertema (ptba.co.id)

Kabar BUMN - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) didapuk menjadi salah satu pembicara di Focus Group Discussion bertema "Ekonomi Sirkuler Melalui Revitalisasi Lahan Kritis" pada 23-24 Maret 2024.

Focus Group Discussion diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi (Kemenko Marves) bersama PT PLN Energi Primer Indonesia dan Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta.

Dari PTBA hadir General Manager PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pertambangan Tanjung Enim Venpri Sagara.

Baca Juga: Hancur Dihempas Pandemi COVID-19, Produk Jamur Tiram Warga Muara Enim Bangkit Kembali Berkat Kontribusi PTBA

Dalam pemaparannya, Venpri menjelaskan, PTBA telah menjalankan ekonomi sirkuler dalam rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan reklamasi lahan bekas tambang.

Salah satunya dengan memanfaatkan lahan pasca tambang untuk pusat persemaian. Bibit tanaman yang dihasilkan dari pusat persemaian tersebut kemudian digunakan untuk rehabilitasi DAS.

“Saat ini pusat persemaian menghasilkan 500 ribu bibit per tahun. PTBA menargetkan peningkatan kapasitas bibit tanaman menjadi 2-3 juta bibit tanaman per tahun," kata Venpri.

Baca Juga: PTBA Raih Sertifikasi ISO 50001:2018 Tentang Sistem Manajemen Energi

Peningkatan kapasitas tersebut dengan memanfaatkan lahan pasca tambang, jadi menyesuaikan dengan progress reklamasi lahan

Sementara ini, rehabiltasi DAS telah dilakukan PTBA di beberapa lokasi, antara lain Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Kulon Progo.

Total penanaman mencapai 4 juta batang dari berbagai jenis tanaman. PTBA melibatkan masyarakat sejak pra kegiatan, jasa pengangkutan, penanaman, pemeliharaan hingga pasca kegiatan rehabilitasi DAS.

Baca Juga: PTBA Salurkan 10.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera di Lima Kecamatan

PTBA, lanjut Venpri, mengutamakan tanaman produktif, buah-buahan, ada juga mangrove dan tanaman endemik.

Realisasi penyebaran rehabilitasi DAS yang telah dilakukan Bukit Asam berdampak kepada sekitar 222.000 hari orang kerja (HOK), dengan perputaran ekonomi sekitar Rp22 miliar.

Halaman:

Tags

Terkini