Seperti Rumah Tanaman Obat Keluarga (Toga) hingga sektor pertanian terpadu yang dikembangkan untuk mendorong keberlanjutan.
"Hal ini menjadi salah satu fokus Pupuk Kaltim, mengingat pelestarian lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas bisnis perusahaan."
"Mulai dari dekarbonisasi hingga upaya lain guna meningkatkan komitmen terhadap keberlanjutan."
"Semangat ini juga kami tularkan bagi usaha binaan di tiap program," tambah Purwanto.
Baca Juga: 4 Tempat Makan Lesehan di Yogyakarta yang Tetap Eksis di Tengah Gempuran Kulinari Modern
Chairman La Tofi School of Social Responsibility La Tofi, mengatakan Anugerah UKM TJSL Asia 2024 merupakan tonggak awal membangun kerjasama pengembangan UKM dalam kaitannya dengan implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di seluruh Asia.
Kata dia, UKM harus saling belajar dan membangun kapasitas bisnis dengan tetap mengedepankan nilai lingkungan hidup, serta memiliki keterkaitan untuk menciptakan ekosistem keberlanjutan.
Kolaborasi UKM dan TJSL menjadi sangat penting bagi perusahaan BUMN yang mengemban misi negara maupun swasta.
Yang keniscayaannya menjadi bagian tidak terpisahkan dari perkembangan ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, perusahaan besar layaknya Pupuk Kaltim didorong menjadi teladan bagi UKM dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup, serta pengembangan nilai sosial masyarakat melalui tata kelola yang baik.
Baca Juga: Pelintasan Kereta Api Tanggung Jawab Siapa? Begini Aturannya
Dari hal tersebut, UKM pun dapat menjadi besar karena kemandirian yang terus didorong melalui pembinaan yang terarah oleh perusahaan.
"Dan anugerah atau sertifikat penghargaan ini menjadi bukti kelulusan dari proses kolaborasi yang menyumbang pada skoring ESG, oleh tiap perusahaan yang berkontribusi serta berkomitmen terhadap penguatan kapasitas UKM dengan tetap memperhatikan nilai-nilai lingkungan didalamnya," ujar La Tofi.