Kabar BUMN - Masyarakat diimbau agar memiliki saldo e-toll yang cukup saat melintas di ruas jalan tol.
Pasalnya, jika saldo kurang, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup lama.
Hal ini bisa memicu penumpukan kendaraan menuju gerbang tol.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melihat peningkatan arus lalu lintas yang cukup signifikan menuju Jakarta.
Namun, masih banyak ditemukan pengguna jalan yang kekurangan saldo e-toll pada saat tap out di GT Cikampek Utama.
Kurangnya saldo e-toll dan melakukan top up di gardu tol akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup lama.
Baca Juga: Selama Arus Mudik/Balik Lebaran 2024, Hutama Karya Gelar Operasi Simpatik Microsleep di Tol Trans
Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani mengingatkan besaran tarif tol yang harus disiapkan dalam perjalanan arus balik.
Terutama dari arah Surabaya dan Semarang menuju Jakarta yang akan melakukan transaksi di GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
Dari Semarang menuju Jakarta, untuk kendaraan golongan 1 harus menyiapkan e-toll dengan saldo minimal sebesar Rp 500.000.
Karena nilai transaksi dari GT Kalikangkung ke GT Cikatama sebesar Rp 421.500.
Sementara, untuk pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, untuk kendaraan golongan 1 agar menyiapkan e-toll dengan saldo minimal sebesar Rp 1.000.000.