“Hal tersebut membuat beban pokok pendapatan meningkat 17,8 persen dari Rp678 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp799 miliar pada tahun 2023,” ujar Shanti.
Selain kontribusi beban biaya BBM yang juga meningkat namun sejalan dengan angka pencapaian pendapatan.
Sehingga tetap dapat menjaga proporsi laba usaha yang meningkat 5,6 persen dari Rp174 miliar pada 2022 menjadi Rp184 miliar pada 2023.
“IPCM juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 2,3 persen dari Rp1,49 triliun pada 2022 menjadi Rp1,52 triliun pada akhir 2023,” ujar Shanti.
Pada tahun 2023, Shanti menjelaskan, perseroan berhasil meluncurkan tiga kapal pandu dan satu kapal tunda baru.
Serta melakukan beberapa penandatanganan perjanjian kerja sama bisnis untuk pelayanan di wilayah BUP IPCM.
Yaitu dengan PT Cemindo Gemilang Tbk., PT Nusantara Regas, PT Jawa Satu Power, PT Cirebon Electric Power, PT Cirebon Energi Prasarana, serta melakukan penandatanganan kerjasama mitra strategis
“Di tahun 2024, strategi bisnis IPCM akan dilanjutkan dengan menyesuaikan strategi dan rencana induk perusahaan yang bergerak di bidang jasa maritim dengan terus melaksanakan ekspansi bisnis baik organik maupun anorganik.” ujar Shanti.