Kabar BUMN - Kantor Staff Presiden (KSP) menyambut hangat langkah Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam mendorong pengembangan energi biomassa.
Energi biomassa ini menjadi solusi katalis untuk menurunkan emisi karbon sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Kantor Staf Presiden (KSP), Trijoko M. Soleh Oedin, program cofiring yang digulirkan oleh PLN EPI telah membuka jalan baru dalam pemanfaatan biomassa.
Baca Juga: Inovasi Teknologi Antarkan PLN EPI Raih Penghargaan Digitech Award 2024
Program ini tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga memanfaatkan limbah pertanian, perkebunan, dan hutan serta penanaman di lahan kritis sebagai bahan bakunya.
"Dan yang menarik adalah, ekosistem biomassa ini akan menurunkan emisi dari sisi FOLU (Forestry and Other Land Use) dan Agriculture.
"Setidaknya sekarang itu bahasanya sedekah oksigen," ujarnya seperti dikutip KabarBUMN.com dari plnepi.co.id, Minggu (5/5/2024).
Ditambahkan oleh Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara, bahwa pengembangan energi biomassa merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam mencapai Net Zero Emission (NZE).
Melalui program-program inovatif seperti STAB dan PERTIWI, PLN EPI memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan secara efisien untuk menghasilkan energi bersih, sambil memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal.
Salah satu contoh nyata dampak positif dari program ini terlihat di Kelurahan Gombang, dimana warga setempat sangat merasakan manfaatnya.
Baca Juga: PLN EPI Jaga Rantai Pasok Biomassa ke PLTU Paiton, Perkuat Kelistrikan Momen Mudik Lebaran 2024
Menurut Supriyanto, lurah setempat, program PLN EPI tidak hanya menyediakan pasokan energi alternatif, tetapi juga memberikan solusi atas kekurangan pakan ternak di musim kemarau.
"Kami dan warga sangat senang dengan program ini karena memang warga sangat membutuhkan pakan.