"Panen demplot ini awalnya kita target sebesar 6 ton setiap hektarenya.
"Ternyata teknologi kami mampu menghasilkan panen hingga 7,5 ton per hektare.
"Selain itu juga dengan teknologi yang ditawarkan Petrokimia Gresik, penanaman padi di Timor Leste bisa dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun.
"Padahal selama ini hanya bisa dilakukan setahun sekali," jelas Dwi Satriyo.
Baca Juga: Petrokimia Gresik dan Satgas BUMN Jawa Timur Bantu Pemulihan Korban Gempa di Bawean
Dwi Satriyo juga menyampaikan bahwa kerja sama tiga kontainer ini baru tahap awal dari target 20 hingga 30 kontainer pada 2024.
"Kami berharap kerja sama ini mendukung swasembada pangan di Timor Leste," tambahnya.
Presiden Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Petrokimia Gresik.
"Baucau memiliki potensi pertanian yang baik, dan kerja sama ini diharapkan dapat mendorong swasembada pangan di Timor Leste," ujarnya.
Widodo Heru Sulistyo, Direktur Utama Petrosida Gresik, menambahkan bahwa perusahaan siap mendukung ketahanan dan kemandirian pangan Timor Leste.
"Petrosida Gresik menggunakan prinsip 6T (tepat dosis, mutu, jenis, cara aplikasi, sasaran, waktu aplikasi) untuk memaksimalkan hasil pertanian, dan hasil demplot hari ini membuktikan efektivitasnya," tutupnya.***