Kabar BUMN - PT PAL Indonesia kedatangan tamu penting, yaitu Kepala Staf Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Vice Admiral René P. Tas.
Kunjungan Angkatan Laut Belanda ke PT PAL Indonesia menandakan langkah penting dalam memperkuat hubungan baik antara kedua negara, khususnya di bidang maritim.
Didampingi oleh Laksma TNI Arif Badrudin selaku Wakil Gubernur AAL, delegasi Angkatan Laut Belanda yang dipimpin oleh Vice Admiral Tas disambut hangat oleh Iqbal Fikri, Chief Operating Officer PT PAL Indonesia.
Dalam sambutannya, Iqbal Fikri menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut.
Baca Juga: Wujudkan Pegawai Sehat, KAI Operasikan Klinik Mediska di Berbagai Wilayah Operasional
Ia juga memamerkan kapabilitas PT PAL yang dibuktikan dengan proyek-proyek strategis yang sedang berjalan, seperti pengembangan Kapal Perang Heavy Frigate, Landing Platform Dock (LPD), dan Fast Attack Craft Missile.
“Kami saat ini mengembangkan berbagai kapal perang, termasuk Heavy Frigate, Landing Platform Dock, dan Fast Attack Craft Missile," tutur Iqbal, dikutip Kabar BUMN dari PT PAL.
Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai kapabilitas PT PAL dan inovasi produk maritim terbaru yang sedang dikembangkan.
Baca Juga: Keindahannya Menghipnotis Mata, Pantai Pangumbahan di Sukabumi Jadi Tempat Pelepasan Anak-anak Penyu
Delegasi Belanda menunjukkan ketertarikan yang besar, terutama pada Landing Platform Dock (LPD) dan Multi Role Support Ship (MRSS).
PT PAL telah menunjukkan kemampuannya dengan menyelesaikan berbagai proyek penting, seperti satu unit Kapal Rumah Sakit yang dirancang dari desain LPD, empat unit Fast Attack Craft Missile (60 meter) untuk Angkatan Laut Indonesia, serta proyek yang sedang berlangsung, termasuk Kapal Frigate dan sejumlah LPD untuk Angkatan Laut luar negeri.
Kunjungan ini semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda di bidang pertahanan maritim.
Hal ini juga menunjukkan peran PT PAL yang semakin diperhitungkan dalam industri perkapalan global.