Yakni, semakin memperluas cakupan kerjasama investasi dan perdagangan di berbagai sektor, termasuk infrastruktur, energi terbarukan, hilirisasi mineral, pertahanan, dan ritel.
“Industri kedua negara melalui peran BUMN (Pindad) dan perusahaan-perusahaan berkualitas harus ikut berperan utama untuk mencapai masa depan kita yang berkelanjutan," terang Luhut.
"Dengan mendorong lebih banyak perusahaan UEA untuk bermitra dengan BUMN, kita memiliki peluang untuk berekspansi di Indonesia dan memperluas pasar ASEAN,” jelasnya.
Bersamaan dengan acara tersebut, PT Pindad mengadakan pertemuan dengan tiga perusahaan pertahanan terkemuka dari UEA.
Mereka adalah Tawazun, Lahab, Caracal, dan EDGE Group. Pertemuan ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang kerjasama strategis di berbagai bidang pertahanan.***