“Kami berharap stok yang ada dan penambahan alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah bisa dioptimalkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas padi di Jawa Tengah sebagai lumbung padi nasional di tahun 2024 ini,” ujar Roh Eddy.
Adapun di Kabupaten Semarang, Pupuk Indonesia saat ini telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 2.974 ton.
Persediaan ini setara 408 persen atau lebih dari empat kali lipat dari ketentuan minimum yang dipersyaratkan Pemerintah, yaitu 728 ton.
Stok ini sangat aman untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi petani Semarang selama dua pekan ke depan.
Baca Juga: Berikan Kompensasi Listrik Rp17,8 T ke PLN, Pemerintah Hadir Lindungi Rakyat dalam Pemulihan Ekonomi
Tahun 2024, Pemerintah telah mengalokasikan pupuk bersubsidi sebesar 29.647 ton untuk Kabupaten Semarang dengan rincian Urea 16.802 ton dan NPK 12.845 ton.
Pupuk tersebut telah ditebus petani setempat sekitar 23% atau 6.965 ton.
Untuk memastikan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Jawa Tengah, Pupuk Indonesia juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas penunjang.
Baca Juga: KAI Meriahkan Festival Jelajah Kuliner Nusantara dengan Hadirkan UMKM Binaan serta Diskon Tiket KA
Mulai dari 4.905 kios, 262 distributor, dan 81 petugas lapangan yang akan memastikan semua petani yang telah terdaftar di e-RDKK berhak mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi.
“Dengan adanya penambahan alokasi, Pupuk Indonesia memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, karena selain dapat mengunakan Kartu Tani juga cukup dengan KTP melalui aplikasi iPubers.
"Petani dapat langsung mengecek kembali tambahan alokasi di Kios Pupuk Lengkap (KPL) yang ditunjuk untuk melayaninya. Penebusannya pun sudah dipermudah. Petani yang terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi cukup membawa KTP pada saat penebusan” pungkas Roh Eddy.***