trending

Bangun PLTM Bayang Nyalo, Waskita Raih Kontrak 128M

Kamis, 2 Desember 2021 | 16:00 WIB
Melalui unit bisnisnya, EPC Division (Engineering, Procurement & Construction Division), PT Waskita Karya (Persero) Tbk meraih kontrak baru pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Bayang Nyalo yang berkapasitas 2x3 MW di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.  Senior Vice President EPC Division, AS Wisnu Wijayanto dan Direktur Utama PT Bayang Nyalo Hidro (BNH), Soma Ariyaka menandatangani kesepakatan kontrak kerja senilai 128 Miliar di Gedung Office 8 lantai 10, Senopati, Jakarta Selatan pada Jumat (26/11). Penandatanganan ini juga disaksikan oleh Director of Operation III PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Gunadi dan Komisaris Utama PT. Bayang Nyalo Hidro, Zainal Hadi.  PLTM ini akan memanfaatkan aliran Sungai Bayang Nyalo dengan luas daerah aliran sungai 98,50 km2, dimana rata-rata curah hujan tahunan 2.516 mm, debit rencana 6.26 m3/detik, debit banjir Q50 : 501.30 m3/detik dan debit banjir 100 : 564.20 m3/detik. Sementara rencana tenaga hidro sendiri net head 100.51 m dan kapasitas terpasang 6 MW.  Lingkup pekerjaan terdiri dari pekerjaan sipil, hydro mekanikal dan elektrikal tidak termasuk turbin dan generator (supply by owner). Pekerjaan terbagi dalam 3 paket utama, yaitu Paket 1 meliputi pekerjaan concrete weir (width 28,4 m), intake, water way 1 concrete box culvert (length 188m) dan sandtrap (length 34 m), sedangkan Paket 2 meliputi pekerjaan waterway  2 concrete box culvert (length 1.132 m), headpond (width 7 m, length 29 m) dan penstock (dia 1.8 m, length 210 m), terakhir untuk Paket 3 meliputi power house concrete & steel structure (width 38,4 m, length 17,7 m).  Director of Operation III PT Waskita Karya, Gunadi mengatakan, dibangunnya PLTM ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat dari berbagai aspek. Misalnya dari aspek lingkungan hidup akan sangat berkontribusi dalam penghematan energi dan mengurangi penggunaan bahan bakar yang berdampak pada polusi udara dimana PLTM merupakan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT).    “Semoga penandatanganan kontrak Proyek PLTM Bayang Nyalo dengan PT Bayang Nyalo Hidro ini diberi kemudahan dan kelancaran serta selama pelaksanaan proyeknya nanti dimudahkan segala sesuatunya dan dapat memberikan kontribusi positif dan keberkahan bagi Waskita,” ujar Gunadi.  Sementara itu menurut Senior Vice President EPC Division, AS Wisnu Wijayanto, sumber pendanaan pembangunan berasal dari PT Bayang Nyalo Hidro dengan jenis pembayaran monthly payment sesuai progres yang dicapai setiap bulannya. “Rencana pembangunan PLTM ini akan dikerjakan dengan waktu pelaksanaan 660 hari atau 22 bulan. Dengan kondisi status lahan yang sudah dibebaskan 100%, dan punya pengalaman dalam mengerjakan proyek Hydro Power, kami optimis dapat menyelesaikan proyek dengan kualitas baik, tepat waktu dan garansi kapasitas sesuai dengan Detail Engineering Design (DED) yang disepakati antara Waskita dan Bayang Nyalo Hidro”, tambah Wisnu.  PT Waskita Karya sendiri sangat berpengalaman dalam membangun beberapa proyek PLTM di Indonesia, antara lain PLTM Baras Kalimantan Barat, PLTM Lokomboro Nusa Tenggara Timur, PLTM Werba Irian Jaya, PLTM Lebak Barang Jawa Tengah, PLTM Sangir Hulu Sumatera Barat, PLTM Lebak Tundun Jawa Barat, kemudian PLTA Sepakat Aceh dan PLTA 2x10 MW Genyem Papua.

Terkini