trending

Peringati Global Fertilizer Day, Pupuk Indonesia Gelar Lomba Berhadiah Ratusan Juta Rupiah Bertajuk Fertinnovation Challenge 2021

Selasa, 14 September 2021 | 16:23 WIB
Produsen pupuk urea terbesar di Asia, PT Pupuk Indonesia (Persero), menggelar lomba riset pertanian untuk mahasiswa sarjana dan pascasarjana berjudul Fertinnovation Challenge 2021. Ajang ini digelar dalam rangka memperingati Global Fertilizer Day pada 13 Oktober 2021 sekaligus peringatan 1 tahun pembentukan Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI) pada 9 November nanti.  Dalam lomba ini, inovasi-inovasi terbaik akan dikembangkan, dimanfaatkan, atau dikomersialisasi oleh Pupuk Indonesia. Total hadiah mencapai Rp300 juta. Di samping itu, pemenang berkesempatan mendapatkan pembiayaan inkubasi riset hingga Rp1,5 miliar dalam bentuk pengembangan ide riset, magang eksklusif, dan coaching. Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto menjelaskan bahwa tujuan Fertinnovation Challenge adalah untuk menjangkau ide dan inovasi guna mendukung visi perusahaan sebagai penyedia nutrisi tanaman dan solusi pertanian yang berkelanjutan. Kompetisi ini dapat dimanfaatkan Pupuk Indonesia sebagai platform kolaborasi dengan akademisi dalam pengembangan inovasi yang berdampak bagi ketahanan pangan, masyarakat, bisnis, dan lingkungan di masa depan.  Fertinnovation Challenge merupakan ajang perdana yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia. Tujuannya, mengajak anak muda untuk ikut berkontribusi mewujudkan inovasi pertanian demi ketahanan pangan di masa depan.  "Periode kompetisi Fertinnovation Challenge 2021 ini akan diselenggarakan mulai bulan Agustus sampai dengan November mendatang," ujar Nugroho. Lebih lanjut Nugroho menyampaikan bahwa ajang Fertinnovation Challenge merupakan bentuk dukungan Pupuk Indonesia mewujudkan ketahanan pangan nasional di masa depan melalui visi agrosolution "Saya berharap ajang ini bisa menjadi pintu terciptanya inovasi-inovasi baru sebagai solusi di sektor pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan negeri," tambah Nugroho.  Terdapat dua kategori utama dalam lomba ini. Pertama, kategori Agrosolution Innovation yang terdiri dari dua subkategori, yaitu Innovation in Smart and Precision Agriculture (proposal penelitian) dan Innovation in Agricultural Value Chain (karya tulis ilmiah). Kedua, kategori Inovasi Sistem Produksi Pupuk (proposal penelitian). Nugroho menjelaskan bahwa Fertinnovation Challenge 2021 ini akan dilakukan melalui 3 tahapan. Tahap pertama adalah submission, yang mana para peserta akan mengajukan hasil kajiannya melalui website yang sudah disiapkan. Tahap kedua adalah tahapan seleksi. Kajian-kajian tersebut dinilai oleh para juri dan para peserta yang lolos nanti akan diminta untuk presentasi di hadapan para juri. Tahap ketiga adalah pengumuman 3 besar pemenang pada 3 kategori dari ajang ini.  Fertinnovation Challenge 2021 ini mengajak seluruh mahasiswa ataupun alumni yang belum lama lulus untuk bergerak bersama, mengkaji, dan memunculkan inovasi baru di segi industri pertanian modern untuk mencapai ketahanan pangan yang dapat menjadi kontribusi bagi pembangunan koridor ekonomi nasional.  "Saya pribadi berharap ajang kali ini bisa mendapatkan dukungan dari semua pihak yang terlibat dan dapat menarik minat seluruh insan pertanian untuk ikut memberikan kontribusinya demi mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan pangan dalam negeri di masa yang akan datang," kata Nugroho.  Sebagai informasi, pendaftaran Fertinnovation Challenge sudah dibuka sejak 20 Agustus 2021. Adapun syarat yang ditetapkan bagi peserta, antara lain: 
  • berstatus mahasiswa (sarjana atau pascasarjana) 
  • Peserta yang berstatus alumni dapat mengikuti kompetisi ini asalkan lulus maksimal sejak 1 November 2021
  • Berkewarganegaraan Indonesia (WNI)
  • Individu atau tim maksimal 2 orang didampingi dosen pembimbing
  • Terbuka untuk seluruh universitas nasional dan global serta semua disiplin ilmu yang relevan. 
Proses pengumpulan makalah dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus sampai 17 Oktober 2021. Ketentuan yang wajib diperhatikan para peserta Fertinnovation Challenge adalah tidak terlibat plagiarisme dan karya belum pernah memenangkan kompetisi lain.  Lebih lanjut mengenai ketentuan kompetisi ini bisa dilihat di website resmi Fertinnovation Challenge. Para pemenang lomba nantinya tak hanya mendapatkan hadiah, tapi juga berkesempatan untuk dikembangkan, dimanfaatkan atau dikomersialisasikan demi mendukung pengembangan industri pertanian di Indonesia, sesuai tujuan dari ajang ini.

Terkini