trending

Komitmen Bangun Negeri, Hutama Karya Garap 79 Proyek di Tengah Pandemi

Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:43 WIB
PT Hutama Karya (Persero), salah satu BUMN Konstruksi terkemuka di Indonesia, berkomitmen untuk senantiasa berkarya membangun negeri melalui infrastruktur terbaik kendati pandemi Covid-19 masih melanda. Komitmen ini dibuktikan dengan kemampuan Hutama Karya mempertahankan kinerja melalui sejumlah proyek yang berhasil diperoleh dan digarap. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan, hingga Agustus 2021 terdapat 79 proyek yang digarap perusahaan dan tersebar di seluruh Indonesia. Proyek tersebut merupakan proyek jasa konstruksi sesuai dengan core competencies perusahaan, dengan komposisi 41 proyek infrastruktur jalan, bendungan, dan infrastruktur lainnya, 20 proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction), dan 18 proyek gedung. “Angka tersebut merupakan akumulasi proyek yang digarap Hutama Karya di luar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama masa pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 hingga Agustus 2021 ini. Proyek-proyek tersebut di antaranya merupakan proyek yang selesai, sedang berjalan konstruksinya, hingga proyek baru yang diraih oleh perusahaan. Proyek yang digarap perusahaan ini mulai dari infrastruktur pendidikan, infrastruktur pelayanan publik, hingga bangunan gedung,” jelas Tjahjo. Lebih lanjut Tjahjo menyampaikan bahwa meski perusahaan turut merasakan dampak Covid-19, Hutama Karya memastikan seluruh proyek yang sedang digarap perusahaan masih berjalan dengan normal. Hal ini sejalan dengan Instruksi Menteri (Inmen) PUPR No. 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Oleh karena itu, sepanjang tahun 2020 sampai dengan Agustus 2021 ini, Hutama Karya berhasil menyelesaikan 25 proyek besar, menggarap konstruksi 38 proyek yang masih terus berjalan, serta meraih 16 kontrak proyek baru yang cukup strategis. Kami menilai di tahun 2021 ini, sektor konstruksi mengalami fase recovery yang didukung oleh dampak positif dari proses vaksinasi Covid-19 yang digalakkan oleh pemerintah.  Hal tersebut tentunya meningkatkan movement of people sehingga kegiatan konstruksi yang semula tertunda di tahun lalu perlahan dapat kembali berjalan normal. Sehingga dalam rangka HUT RI ke 76 ini kami berharap pemerintah dan masyarakat dapat mendukung perusahaan untuk terus optimis menyelesaikan proyek-proyek yang sedang digarap sehingga terbangun infrastruktur yang baik dan berkualitas bagi bangsa Indonesia,” tutup Tjahjo. Strategi perusahaan untuk tetap bertahan menjalankan proyek-proyek yang sedang digarap di tengah pandemi Covid-19 adalah dengan menerapkan prosedur dan protokol kesehatan yang cukup ketat. Contohnya, penyemprotan disinfektan di area kantor proyek secara rutin dan pelaksanaan vaksinasi kepada seluruh pekerja. Selain itu, perusahaan juga memastikan tidak ada mobilisasi dari dalam dan keluar proyek serta tidak ada penambahan pekerja sementara di proyek hingga wabah Covid-19 dinyatakan aman. Memasuki semester 2 tahun 2021, Hutama Karya optimis akan bisnis konstruksi khususnya pengusahaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hingga semester 1 tahun 2021, perusahaan berhasil mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp6,27 triliun. Sebagian besar perolehan kontrak baru disumbang oleh jenis pekerjaan pada proyek Jalan dan Jembatan, EPC, serta prasarana perhubungan.  Terkait target komposisi kontrak baru, Hutama Karya memastikan realisasi tersebut masih sesuai dengan rencana tahunan yang telah ditetapkan untuk tahun 2021. Di tengah pandemi Covid-19, khusus dalam portofolio bisnis jasa konstruksi, Hutama Karya berhasil menyelesaikan sejumlah proyek, yaitu: 
  1. Bandara Pattimura Ambon, 
  2. DDT Manggarai-Jatinegara, 
  3. Bendungan Ladongi di Kolaka Timur-Sutra, 
  4. Bendungan Bendo di Jawa Timur, 
  5. Bendungan dan Jaringan D.I. Kaluku, 
  6. Jembatan Pulau Balang di Kaltim, 
  7. Bandara Wirasaba Purbalingga, 
  8. PLTM Gunung Wugul, 
  9. PLTM Parmonangan-2, 
  10. Pipa Gas Tanjung Batu Kaltimra, 
  11. PLTGU Tambak Lorok Semarang, 
  12. Gedung UNEJ di Jember dan Untirta di Banten, 
  13. RS Mata Manado, 
  14. Student Apartment Asrama Wanita UI di Depok, 
  15. RS Unhas di Makassar, dan 
  16. RSUPT di Kupang (dalam progres).
Sementara itu, sepanjang tahun ini perusahaan juga mendapatkan kontrak proyek baru, antara lain:
  1. Proyek MRT CP 203 senilai Rp1,4 triliun
  2. Proyek ITDC Mandalika senilai Rp376 miliar
  3. Proyek Jembatan Kretek Bantul senilai Rp171 miliar
  4. Proyek Bendungan Ameroro Sulteng senilai Rp306 miliar
  5. Proyek Dermaga Sanur senilai Rp205 miliar
  6. Proyek EPC Open Access RU VII Kasim milik Pertamina di Sorong
  7. Proyek LPG Jatim
  8. Proyek pembangunan gedung UPI di Bandung senilai Rp202 miliar
  9. Proyek Gedung Universitas Malikus Saleh di Aceh senilai Rp137 miliar
  10. Proyek Gedung OJK senilai Rp133 miliar
  11. Proyek Masjid Jawa Barat senilai Rp223 miliar (proyek terbaru)
Hutama Karya juga masih fokus untuk menyelesaikan pembangunan JTTS tahap I serta proyek-proyek strategis nasional lainnya. Sejalan dengan penunjukan Hutama Karya menjadi champion khususnya di segmen road & related buildings, kedepannya Hutama Karya akan banyak menggarap flagship project di bidang road & related building.

Terkini