trending

Aliri Listrik ke Blok Rokan, PLN Buktikan RI Mampu Kelola Energi Secara Mandiri

Selasa, 24 Agustus 2021 | 15:42 WIB
Sebelum  Dirgahayu Republik Indonesia Ke-76 lalu, kabar gembira datang dari Blok Rokan yang sudah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kembalinya Blok Rokan ini juga diikuti dengan bergabungnya PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).  Kesempatan ini dinilai berharga bagi PLN untuk terlibat dalam momen bersejarah kembalinya Blok Rokan ke dalam kedaulatan Indonesia. Kesempatan ini sekaligus merupakan kesempatan bagi bangsa untuk membuktikan bahwa rakyat Indonesia sudah mampu untuk mengelola segala potensi sumber dayanya secara mandiri. Pengelolaan ketenagalistrikan oleh MCTN yang kini bergabung dengan PLN juga mendapat dukungan dari menteri BUMN, Erick Thohir yang datang meninjau fasilitas MCTN, Selasa (10/8/2021). Blok Rokan sendiri merupakan wilayah penghasil minyak terbesar di Indonesia. Sebanyak 25 persen produksi minyak nasional berasal dari kawasan ini. Erick juga memastikan bahwa PLN akan memberikan pasokan listrik dengan kualitas baik dan andal agar produksi di blok yang dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR) ini dapat berjalan maksimal. "Kami percaya, PLN mampu menjaga keandalan pasokan listrik di Blok Rokan. Kita harus membuktikan, bahwa BUMN mampu mengelola aset-aset semacam ini," katanya.  Menurut Erick, kolaborasi antar BUMN akan menjadikan kinerja yang lebih ekonomis dan efisien. Hal ini juga sesuai dengan value BUMN yaitu kolaboratif, untuk menghasilkan kinerja yang lebih maksimal. Kolaborasi antara Pertamina dan PLN dalam hal ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sumur-sumur minyak Pertamina Hulu Rokan dengan skala keekonomian yang lebih baik untuk ketahanan energi nasional. Selain itu, pengelolaan Blok Rokan juga dilihat sebagai satu kesatuan. Dalam hal ini Pertamina berfungsi sebagai pengelola memiliki tanggung jawab untuk menjaga kualitas minyak. Sementara itu, PLN memastikan memiliki tanggung jawab untuk mendukung pasokan listrik di blok migas tersebut.  Kolaborasi ini juga menjadi harapan bagi pemerintah agar PLN dapat ikut berkontribusi dalam penyediaan ketenagalistrikan di lokasi-lokasi Blok Migas lainnya. PLN Group diharapkan dapat melihat peluang ini dengan jeli. "Saya berterima kasih kepada PLN, telah mendukung transformasi yang kami harapkan. Saat ini, PLN tentu tidak hanya melakukan inovasi, dan teknologi, tetapi juga meningkatkan kualitas human capital," tambah Erick.  Dalam kunjungan untuk meninjau fasilitas MCTN tersebut juga turut hadir Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini untuk memastikan keandalan listrik untuk Blok Rokan terjaga dengan baik. Zulkifli juga memastikan bahwa PLN akan berkomitmen untuk menjaga keandalan listrik WK Rokan, hal ini juga merupakan upaya PLN untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan energi di Tanah Air. "Sebagai anak bangsa, kami ingin Blok Rokan tetap dapat produktif menjadi salah satu sumber minyak nasional. Ini tentu akan mendukung ketahanan serta kedaulatan energi nasional," papar Zulkifli. Pengelolaan listrik di Blok Rokan sendiri mencapai 400 megawatt (MW). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PLN merencanakan untuk membaginya menjadi 2 tahap, yaitu masa transisi dan masa permanen. Di masa transisi yang akan berlangsung selama 3 tahun pertama, PLN akan memanfaatkan pembangkit listrik eksisting. Untuk mewujudkannya, PLN telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit listrik yang selama ini mengalirkan listrik untuk WK Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW yang juga didukung oleh PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 megawatt (MW). Di tahap kedua pada masa layanan permanen, listrik di WK Rokan akan berasal dari sistem kelistrikan Sumatera. PLN sendiri sedang melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera.

Terkini