trending

Srikandi BUMN Persiapkan Para Perempuan Hebat untuk Bangun Perekonomian Indonesia

Jumat, 20 Agustus 2021 | 15:36 WIB
Perekonomian nasional bisa didongkrak dari berbagai lini. Siapa saja bisa berkontribusi dalam peningkatannya, terutama para kaum milenial, termasuk mereka yang tergabung dalam Srikandi BUMN. Para perempuan di dalamnya diharapkan mampu mendorong perusahaan pelat merah untuk terus melesat. Pada kesempatan diskusi Girls Talk: Srikandi Muda Tangguh, Indonesia Tumbuh yang digelar secara virtual 13 Agustus 2021, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero), Emma Sri Martini mengungkapkan bahwa karakter milenial yang open-minded, ambisius, hingga rasa ingin tahu yang tinggi, bisa jadi modal dalam membangun ekonomi Indonesia. "Milenial, terutama wanita yang ada di BUMN, punya potensi untuk bisa berkontribusi bagi ekonomi nasional," ungkapnya. Lebih lanjut, Emma menjelaskan bahwa BUMN memiliki Talent Acceleration Program (TAP) yang bertujuan untuk pengembangan potensi staf muda di perusahaan. Program ini merupakan kerja sama antara BUMN dengan institusi lain untuk dapat mewujudkan convert talent to value. TAP ini sendiri merupakan program pengembangan talenta perusahaan yang direalisasikan untuk mendukung peningkatan kompetensi dan karir para staf yang akan menjadi calon pimpinan BUMN. "Diharapkan melalui program ini dapat terbentuk pola pikir problem solving dan karakter manajerial yang kuat, sehingga dapat membawa BUMN semakin lebih baik ke depannya," imbuh Emma. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Perusahaan Film Negara (PFN), Judith J Dipodiputro juga angkat bicara. Beliau mengungkapkan bahwa Srikandi BUMN merupakan komitmen Kementerian BUMN bersama seluruh BUMN, termasuk anak dan cucu dari BUMN, untuk benar-benar mengenal kepentingan perempuan yang bekerja di BUMN, dan juga memberikan pendampingan kepada mereka. "Tak hanya pendampingan agar terus profesional, tetapi juga pendampingan dalam menghadapi tantangan dalam bekerja. Termasuk advokasi bila ada rekan perempuan yang tidak diperlakukan secara berkeadilan," ungkap Judith. Srikandi BUMN juga memiliki keterkaitan dengan bidang pendidikan dan pengembangan. Menteri BUMN pun sepakat bahwa perempuan memang diperlukan dalam hal kepemimpinan, bukan hanya bagi negara tapi juga BUMN, yang memiliki dampak luar biasa. "Ketidakhadiran perempuan membuat peluang kemajuan usaha BUMN yang tak berhasil dijangkau. Termasuk juga dalam hal mengembangkan karir," imbuh Judith. Beliau menyebut bahwa keberagaman yang ada di Indonesia saat ini bukan merupakan kekurangan atau ancaman, tapi justru menjadi kekuatan. Perbedaan seharusnya disikapi dengan rasa kebinekaan dan syukur. Judith juga mengajak para perempuan yang tergabung dalam Srikandi BUMN untuk terus bersyukur karena lahir sebagai wanita Indonesia.  "Sumber kekuatan utama perempuan untuk berkiprah adalah rasa bersyukur. Bersyukur bahwa dilahirkan sebagai orang Indonesia. Bersyukur atas kebinekaan atau keragaman yang dimiliki," pungkasnya.

Terkini