Menghadapi masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), Perum BULOG telah menyiapkan 200.000 ton beras bantuan sosial dari Kementerian Sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal ini sesuai dengan instruksi presiden untuk menghadapi PPKM dalam rangka menekan laju penyebaran virus Covid-19 yang kian meningkat di Indonesia. Dengan adanya bantuan beras BULOG ini, diharapkan masyarakat yang terdampak Covid-19 dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan sembako. Program beras bantuan sosial PKKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ini akan disalurkan kepada 10 juta penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 10 Juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Masing-masing penerima nantinya akan mendapatkan tambahan 10 kg beras bantuan sosial BULOG dari jatah yang biasanya mereka dapatkan. “BULOG siap melaksanakan penugasan menyalurkan tambahan beras untuk bantuan sosial kepada 10 juta penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dan 10 juta Program Keluarga Harapan (PKH), masing-masing nanti akan mendapat tambahan bantuan beras sebanyak 10 kg”, kata Direktur Utama BULOG Budi Waseso di Jakarta, Kamis (08/07). Hal ini sesuai dengan instruksi presiden dalam menghadapi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang telah dibahas secara khusus dalam rapat internal mengenai mekanisme pengaturan cadangan beras pemerintah. Rapat internal yang digelar pada Rabu (7/7) tersebut dihadiri oleh Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Perdagangan Moh. Lutfi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso.
-
-