trending

3 Hotel Jalani Rebranding sebagai Langkah Awal Pembentukan Holding Hotel BUMN

Jumat, 16 April 2021 | 12:03 WIB

Pada hari Kamis, 8 April 2021, hotel bintang lima milik BUMN, Inaya Puti Bali, resmi berganti nama menjadi Merusaka Nusa Dua. Perubahan ini menjadi langkah awal dari perwujudan program integrasi hotel-hotel milik BUMN dengan membentuk Holding hotel BUMN. Holding hotel BUMN akan memuat unsur “branding” yang kuat, demi mewujudkan National Hotel Chain dengan standar Internasional.  Tidak hanya hotel bintang 5 (lima), pada kesempatan yang sama, Kementerian BUMN yang diwakili Menteri Erick Thohir turut meluncurkan nama dan logo baru yang akan menjadi identitas untuk semua hotel bintang 3 dan bintang 4 milik BUMN. Terdapat lebih dari 100 properti kepemilikan BUMN yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.
-
Selain Hotel Inaya Putri Bali, Hotel Inna Parapat (bintang 3) di Danau Toba dan Hotel Grand Inna Padang (bintang 4) di Sumatera Barat juga berkesempatan untuk menjadi pilot project dalam program rebranding ini. Inna Parapat akan berganti nama menjadi Hotel “Khas Parapat” dan Grand Inna Padang akan menjadi Hotel “Truntum Padang”. Perubahan ini juga secara bertahap akan diikuti oleh hotel-hotel milik BUMN lain, yang nantinya akan dioperatori oleh Hotel Indonesia Group (HIG). Pemilihan nama baru dari ketiga hotel tersebut telah melalui proses yang sangat panjang. Adapun makna dan filosofinya adalah: 
  • Merusaka merupakan kata yang memiliki nilai lokal tetapi juga sangat universal. Meru identik dengan puncak, dan Saka merupakan kependekan dari “pusaka”. Identitas ini diharapkan mampu meningkatkan nilai Indonesia sebagai daya tarik destinasi karena makna yang dimilikinya. 
  • Truntum merupakan motif batik berupa kelopak bunga yang bermakna cinta yang tumbuh kembali. Truntum menjadi sebuah simbol akan suatu cinta kasih yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin subur
  • Khas merupakan sesuatu ciri atau karakteristik yang khusus dan teristimewa dari suatu hal yang tidak dimiliki oleh yang lain. Khas menjadi sebuah nama yang mengangkat arti dari ciri, karakteristik yang kuat dari masing masing budaya yang direpresentasikan
Nama serta logo baru 3 hotel tersebut diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pariwisata dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh kedua menteri yang hadir. Selain meluncurkan nama dan logo baru, HIN juga akan menampilkan seragam baru serta video profil hotel resmi yang akan menjadi bahan promosi di berbagai media, khususnya media sosial. 
-
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Iswandi Said mengatakan, “HIN merasa sangat terhormat bisa mendapatkan kepercayaan dan memainkan peran penting dalam program holding hotel BUMN ini. Melalui HIG, HIN akan menjadi operator untuk hotel-hotel milik BUMN yang jumlahnya lebih dari 100 unit. Ketika rencana jangka panjang tersebut sudah terealisasi, maka HIG akan menjadi operator hotel terbesar ketiga di Indonesia.” “Peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah kunci dari perubahan atau transformasi ini. Pada industri pariwisata, pelayanan adalah hal yang utama, oleh karena itu HIN terus berbenah dan meningkatkan pelayanan agar dapat memberikan pelayanan berstandar internasional, namun tetap memasukkan budaya dan kepribadian khas Indonesia. Semua ini kami jalankan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau protokol CHSE yang ketat dan disiplin,” lanjut Iswandi.  Acara peresmian dilaksanakan secara bersamaan di 3 daerah, yakni Parapat, Padang, dan Bali. Terdapat acara diskusi interaktif secara daring dan tayangan livestreaming dari akun Youtube HIG agar segenap masyarakat Indonesia dapat mengikuti acara ini.

Terkini