trending

ITDC dan UPTD Tahura Ngurah Rai Tandatangani Kerja Sama untuk Tingkatkan Efektivitas Kawasan

Selasa, 11 Januari 2022 | 10:59 WIB

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC bersama UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai Provinsi Bali menandatangani Perjanjian Kerja Sama pada Kamis (6/1). Adapun tujuan kerja sama ini terkait pemanfaatan kawasan Tahura Ngurah Rai untuk lagoon dan sustainable utilities center Penandatanganan PKS berjangka waktu 10 tahun ini dilakukan oleh Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, dan Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai Provinsi Bali, I Ketut Subandi, S.Hut., M.Si.. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Drs. I Made Teja, turut menjadi saksi di Kantor Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
-
Penandatanganan PKS menandai kelanjutan kerja sama pemanfaatan kawasan Tahura Ngurah Rai sekaligus sebagai salah satu upaya meningkatkan efektivitas pengelolaannya untuk kepentingan strategis lain. Sebelumnya, kawasan seluas 20 hektare ini sudah dimanfaatkan sebagai Lagoon ITDC dan akan dimanfaatkan lebih luas sebagai sustainable utilities center. Lagoon digunakan untuk kegiatan pengolahan air (IPAL) Kawasan The Nusa Dua, konservasi sumber daya alam, dan pelestarian ekosistem mangrove serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Adapun sustainable utilities center, merupakan sentra utilitas di lagoon yang meliputi education center/multimedia termasuk menara pantau dan mangrove trail (jalur ke area mangrove).  Kedua fasilitas tersebut berfungsi sebagai pendukung operasional Kawasan The Nusa Dua. Kedepannya, diharapkan dapat menjadi Kawasan Zero Waste yang ramah lingkungan serta menjadi fasilitas belajar terkait pelestarian ekosistem mangrove dan berbagai spesies burung yang saat ini ada di lagoon ITDC. Berdasarkan PKS yang ditandatangani, ITDC dan UPTD Tahura Ngurah Rai Provinsi Bali secara bersama-sama juga akan melakukan perlindungan dan pengamanan kawasan hutan Tahura Ngurah Rai, pemulihan ekosistem, pendidikan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitarnya. I Ketut Subandi, S.Hut., M.Si. mengatakan, “Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya yang telah berakhir pada tahun 2020 lalu dengan beberapa pengembangan utilitas yang akan dilakukan oleh ITDC. Pengembangan utilitas di lagoon ITDC merupakan pembangunan strategis sesuai persetujuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI, dan terkait pengembangan utilitas di lagoon akan kami tindak lanjuti segera. Semoga perjanjian kerja sama ini dapat menjadi landasan kolaborasi bagi ITDC dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali dalam pengelolaan Tahura Ngurah Rai kedepan.” I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, “ITDC sebagai BUMN pengembang destinasi pariwisata berkomitmen untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) di setiap destinasi pariwisata yang dikelolanya. Melalui kerja sama pemanfaatan kawasan Tahura Ngurah Rai ini, kami yakin akan mampu mengukuhkan The Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata yang mengedepankan prinsip-prinsip sustainable tourism dalam menjalankan operasional kawasan.”
-
Pengembangan The Nusa Dua dengan prinsip pariwisata berkelanjutan sendiri telah mendapat pengakuan dari sejumlah institusi, baik lokal, nasional maupun internasional. Pada tahun 2019, The Nusa Dua menjadi destinasi pariwisata pertama di Indonesia yang meraih Sertifikat Peringkat Emas Nasional Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Indonesia atau Gold Indonesia Sustainable Tourism Certification (Gold ISTC) dari Kementerian Pariwisata.  Sebelumnya di tahun 2018, ITDC melalui The Nusa Dua, juga meraih penghargaan Indonesia Best Urban Sustainable Tourism Award pada ajang 37th ASEAN Tourism Forum (ATF 2018) setelah meraih penghargaan tertinggi Green Platinum (juara umum) pada Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2017 yang digelar Kementerian Pariwisata.  Atas konsistensi pelaksanaan program lingkungan serta kepedulian menjaga keharmonisan lingkungan, Kawasan The Nusa Dua juga mendapat penghargaan Super Platinum dan CSR Tri Hita Karana Award sejak tahun 2016. “Melalui kerja sama ini, ITDC akan berkolaborasi dengan UPTD Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali dan instansi terkait untuk memastikan bahwa kepentingan strategis di lahan Tahura dapat dilaksanakan sesuai proposal yang telah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dengan berpedoman pada kaidah-kaidah konservasi sehingga kelestarian Tahura tetap terjaga. Kami percaya kerja sama ini akan membawa manfaat yang besar bagi kedua belah pihak, serta masyarakat sekitar sehingga keberlangsungan lingkungan Tahura dapat terjaga dan masyarakat pun dapat turut merasakan manfaatnya,” tutup Ardita. 

Terkini