trending

Pertamina Buka Kerjasama Pendanaan Megaproyek Kilang 7 Miliar USD Lewat Skema Project Financing

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:59 WIB

Guna memperkuat skema pendanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) terus menjalin sinergi dengan mitra strategis. Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang merupakan salah satu PSN yang dikelola PT KPI memiliki nilai proyek sebesar 7 miliar USD.  PT KPI menjalin kerja sama dalam bentuk skema Project Financing untuk mengoptimalkan strategi pendanaan RDMP Balikpapan tersebut. Beberapa perbankan yang turut bekerja sama diantaranya Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Tabungan Negara dan Bank Syariah Indonesia. Skema pendanaan dari bank tersebut dinilai oleh Direktur Keuangan PT KPI, Fransetya Hutabarat, sebagai langkah yang efektif untuk pengembangan megaproyek kilang dan petrokimia di Balikpapan. “Saat ini tahapan pendanaan terus bergulir dimana terdapat beberapa Bank yang telah mengirimkan Letter of Interest dan menginformasikan besaran dana yang siap dialokasikan untuk pendanaan megaproyek ini. PT KPI sudah melakukan komunikasi intens ke Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) serta beberapa bank asing,” ujar Fransetya.  Keberlangsungan  RDMP Balikpapan butuh ditunjang oleh skema investasi yang kuat. Sebab, megaproyek kilang dan petrokimia ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barrel per/hari menjadi 360 ribu barrel per/hari. Skema pendanaan yang berkelanjutan menjadi fokus perusahaan untuk mendukung kelancaran proyek RDMP Balikpapan yang merupakan salah satu proyek terbesar Pertamina.  HIMBARA serta bank asing yang menjadi lenders proyek RDMP Balikpapan pun diundang untuk turut hadir menyaksikan milestones penting proyek yaitu pemasangan Regenerator pada unit RFCC, guna menunjukkan akuntabilitas proyek RDMP Balikpapan. Regenator pada unit RFCC resmi dipasang oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) sebagai pengelola RDMP Balikpapan pada Selasa (28/12/21). Direktur Utama PT KPB Feri Yani menjelaskan, regenerator pabrikan Hyundai Heavy Industries Korea tersebut berfungsi untuk meregenerasi katalis yang telah bereaksi dengan hidrokarbon dalam reaktor RFCC. Adapun RFCC atau Residual Fluid Catalytic Cracking merupakan unit di kilang yang berperan meningkatkan profitabilitas kilang dengan mengolah residu menjadi produk yang bernilai lebih tinggi. Progres positif RDMP Balikpapan pasca pemasangan regenerator pada unit RFCC terlihat pada minggu ke-3 bulan Desember 2021 yang telah mencapai 46,24 persen. Feri Yani yang hadir dalam acara memastikan kepada para lenders bahwa seluruh proses konstruksi RDMP Balikpapan dilakukan dengan standar HSSE yang ketat. Sejalan dengan tujuan dibangunnya Proyek RDMP Balikpapan, PT KPB berupaya mempercepat milestones proyek agar bisa meraih target meningkatkan kapasitas pengolahan Kilang Balikpapan dari 260 ribu barrel per/hari menjadi 360 ribu barrel per/hari. Selain itu, nantinya RDMP Balikpapan diproyeksikan untuk menghasilkan produk setara Euro V yang lebih ramah lingkungan. Proyek RDMP Balikpapan diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengolahan crude (minyak mentah) melalui proses revamping, agar mampu mengolah crude yang lebih sour. Dengan mengusung semangat untuk menyokong ketahanan energi negeri, proyek ini ditargetkan on stream pada tahun 2024. Saat ini PT KPI juga membuka peluang bagi pihak luar untuk berinvestasi pada berbagai proyek strategis yang tengah digarapnya. Adapun 12 proyek strategis yang dipegang oleh PT KPI diantaranya Biorefinery Cilacap, RDMP di kilang eksisting, Proyek Petroleum To Pharmaceutical, Petrochemical Jabar dan lainnya. Pertamina melalui PT KPI menyambut hangat partisipasi pihak eksternal, baik domestik maupun luar negeri, yang tertarik untuk menjadi mitra maupun financier guna mendukung pendanaan dan pembangunan proyek-proyek yang ada di seluruh kilang Pertamina. PT KPI juga berkomitmen untuk melaksanakan proyek-proyek strategis tersebut secara tepat waktu, tepat pembiayaan, tepat spesifikasi dan tepat hasil.

Terkini