trending

Pertamina Rosneft Terus Kawal Proyek GRR Tuban, Serap 1220 Pekerja Lokal

Rabu, 2 Februari 2022 | 17:00 WIB

Kabar BUMN -  PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (Pertamina Rosneft) menunjukkan dedikasinya dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) Kilang GRR Tuban melalui performanya dalam mengakselerasi proyek hingga optimalisasi serapan TKDN (Tenaga Kerja Dalam Negeri). Sebagai proyek strategis, kilang Tuban sendiri diproyeksikan akan menjadi salah satu kilang terbesar di Indonesia. Kilang ini menghasilkan beberapa produk BBM berkualitas seperti Gasoline, Diesel, dan Avtur hingga 229 ribu barrel per hari. Pertamina Rosneft juga proaktif dalam melibatkan pekerja lokal hingga aka serapan mencapai 1220 pekerja di area Tuban untuk menunjang proyek strategis kilang Tuban ini. 

Kadek Ambara Jaya selaku Direktur Utama Pertamina Rosneft juga menegaskan bahwa pihak perusahaan berkomitmen tinggi untuk menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Tuban melalui proyek GRR Tuban ini. Lebih lanjut lagi, Kadek juga menambahkan bahwa komitmen Pertamina Rosneft dalam memberdayakan tenaga kerja lokal di area Tuban telah dilakukan sejak tahap pembersihan lahan (land clearing).

“Total, ada 1220 pekerja lokal yang diberdayakan sejak tahapan land clearing I hingga IV. Tenaga lokal ini berasal dari desa-desa ring 1 di area GRR Tuban termasuk Wadung, Rawasan, Mentoso, Sumurgeneng dan Kaliuntu,” imbuh Kadek.

Pertamina Rosneft Terus Kawal Proyek GRR Tuban, Serap 1220 Pekerja Lokal - 2

Selain itu, Kadek juga memastikan proyek GRR Tuban telah dijalankan sesuai dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan perusahaan.

“Selama tiga tahun dari 2019-2011, kontribusi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan GRR Tuban telah mencapai Rp. 23 miliar. Salah satu bentuk program sosial yang kami canangkan adalah beasiswa D3 Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu bagi para siswa bertalenta di area Tuban. Tahun ini penerima beasiswa kami telah memasuki tahap akhir studinya. Artinya, program kami dirancang berkelanjutan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat,” jelas Kadek.

Target seraphin Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek GRR Tuban ini sendiri sebesar 27,85%. Beberapa komponen untuk mencapai target tersebut antara lain penyerapan tenaga kerja lokal saat proyek berlangsung, setelah proyek berlangsung, juga produk barang dan jasa dalam negeri yang berkualitas.

“Bahkan, proyek GRR Tuban akan turut serta menggunakan bahan baku lokal dalam proses konstruksinya. Untuk menjamin kualitas TKDN, kami menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam melaksanakan vendor assessment proyek agar para vendor benar-benar memenuhi nilai TKDN dalam pengadaan barang yang akan diserap dalam konstruksi GRR Tuban,” imbuh Kadek.

On Track Kawal Proyek Strategis Nasional

-
Pertamina Rosneft Terus Kawal Proyek GRR Tuban, Serap 1220 Pekerja Lokal - 3

Pertamina Rosneft juga berkomitmen untuk mengelola proyek ini secara on track, mengingat nilai strategis yang dimiliki Kilang GRR Tuban ini untuk menyokong ketahanan energi nasional.

“Hingga akhir Desember 2021, progres proyek ini mencapai 62,77% dalam tahapan penyusunan desain (Front-End Engineering Design/FEED). Angka ini cukup jauh melampaui target awal yaitu sebesar 56,45%. Penyusunan desain teknis ini merupakan fase yang krusial dalam pembangunan kilang, karena dari FEED ini akan didapatkan desain dan spesifikasi kilang secara lengkap sebagai dasar untuk melanjutkan proyek,” jelas Kadek.

Proyek Kilang GRR Tuban adalah program pembangunan kilang minyak baru yang terintegrasi dengan kilang petrokimia guna mewujudkan ketahanan energi negeri. Kilang GRR Tuban juga tidak hanya menghasilkan produk BBM, tapi juga bertujuan menghasilkan produk petrokimia sebesar 2820 kilo ton per tahun,dan juga paraxylene sebesar 1300 kilo ton per tahun. Dengan kapasitas pengolahan hingga 300 ribu barel per hari, Kilang GRR Tuban akan menjadi salah satu kilang terbesar yang dimiliki Pertamina. 

“Mohon dukungan para pihak dan masyarakat untuk menjaga kondusifitas proyek ini agar On Track, On Budget, On Specification, On Return dan On Regulation,” tutup Kadek.

Terkini