trending

Masa Depan Ekosistem Industri Pertahanan yang Kuat di Tangan Defend ID

Kamis, 3 Februari 2022 | 17:00 WIB

Kabar BUMN -  Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2022 sebagai landasan pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) pada Rabu (12/1) lalu. Dengan demikian holding BUMN dengan nama Defend ID tersebut telah resmi berdiri. Holding BUMN Indhan ini terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad dan PT Dahana.

Bobby Rasyidin, selaku Direktur Utama PT Len Industri (Persero), mengatakan bahwa semua anggota Defend ID memiliki peran dalam meningkatkan kemampuan finansial dan akses pendanaan.

“Bagi semua anggota Defend ID, pembentukan holding akan meningkatkan kemampuan finansial dan akses pendanaan. Holding juga akan meningkatkan skala bisnis di level regional dan internasional, termasuk meningkatkan bargaining power dalam kerjasama dan alih-teknologi, serta mempercepat penguasaan teknologi melalui kolaborasi dalam membangun produk bersama yang berteknologi khusus dan tinggi berbasis dual use of technology (pertahanan dan non-pertahanan),” papar Bobby.

Masa Depan Ekosistem Industri Pertahanan yang Kuat di Tangan Defend ID - 2

Pembentukan Defend ID ini juga akan memberikan keuntungan bagi Kementerian Pertahanan dan TNI, yaitu berupa kesesuaian produk alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam). Selain dapat memenuhi kebutuhan militer, holding BUMN Indhan ini juga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dari sisi kualitas produk, serta dapat menjamin kemudahan perawatan dan pemeliharaan alpalhankam dalam negeri.

“Kuncinya, semua unsur industri pertahanan nasional harus dapat saling mendukung satu sama lain, baik BUMN maupun swasta. Kolaborasi dan keterkaitan antar lembaga stakeholder yang kuat merupakan prasyarat untuk menciptakan ekosistem industri pertahanan nasional yang kuat, mandiri dan sehat,” sambung Bobby.

Tantangan & Target Holding BUMN Indhan Defend ID

Dua target utama sekaligus tantangan utama yang dihadapi holding BUMN Indhan Defend ID adalah meningkatkan kontribusi nasional dan bersaing di level internasional.

Berdasarkan prognosa, kinerja kelima BUMN yang tergabung dalam Indhan sendiri pada akhir tahun 2021 meraup total pendapatan sebesar Rp15,98 triliun (pertahanan dan non-pertahanan). Pendapatan tersebut berasal dari sektor pertahanan sebesar 19% atau Rp7,98 triliun atau penyerapan atau penyerapan terhadap anggaran alpalhankam tahun 2021.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari total pendapatan di tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp12 triliun (pertahanan dan non-pertahanan). Sebanyak Rp5,8 triliun dari pendapatan tersebut berasal dari sektor pertahanan atau 16% penyerapan terhadap anggaran alpalhankam tahun 2020.

Sementara itu, prognosa total aset Defend ID di akhir tahun 2021 sebesar Rp36,04 triliun dan ditargetkan tumbuh menjadi Rp39,88 triliun di tahun 2022.

Kinerja Defend ID di tahun 2020 lalu nampaknya memang belum berhasil membawa Holding BUMN ini masuk ke dalam daftar Top 100 Global Defence Company di tahun 2021. Namun, jika pendapatan konsolidasi di tahun 2022 ini ditargetkan bisa mencapai Rp20,87 triliun atau Rp11 triliun di antaranya dari sektor pertahanan, maka diprediksi Defend ID dapat merangsek ke Top 90 Global Defence Company dengan asumsi pendapatan perusahan lain tidak berubah.

"Kondisi saat ini antara lain dipengaruhi oleh keterbatasan pembiayaan modal kerja dan investasi, keterbatasan kontrak jangka panjang 5 hingga 10 tahun, ekosistem industri pertahanan dan pengadaan yang belum sepenuhnya terintegrasi, serta rasio TKDN dan anggaran R&D yang perlu semakin ditingkatkan", jelas Bobby.

Sementara itu, di level internasional, Holding BUMN Indhan juga memiliki target dan tantangan tersendiri. Defend ID dituntut dapat meningkatkan bargaining position dengan mitra asing dan meningkatkan kerjasama dengan berbagai skema, seperti join production, join investment, join development, join marketing, join operation dan skema bisnis lainnya yang saling menguntungkan.

Program Prioritas Holding Defend ID

Holding BUMN Indhan Defend ID juga akan menjalankan setidaknya 10 prioritas. Kesepuluh prioritas tersebut di antaranya adalah business development melalui global partnership, pengembangan bisnis Maintenance, Repair & Overhaul (MRO), integrasi matra, digitalisasi dan implementasi ERP, restrukturisasi financial & liabilities management, streamlining Anak Perusahaan, implementasi shared service untuk seluruh anggota holding, melakukan riset dan inovasi bersama melalui pendirian IDMRI (Indonesia Defence & Manufacturing Reseach Institute), optimalisasi sumber daya manusia, mengintegrasikan ekosistem dan supply chain industri pertahanan melalui kerja sama dengan seluruh industri pertahanan baik di tier 2, 3 dan 4, serta melakukan peningkatan TKDN untuk berbagai produk unggulan holding BUMN Indhan.

Bobby juga menyampaikan bahwa holding dapat meminimalisir terjadinya tumpang tindih produk antar anggota Defend ID. PT Len sebagai induk holding juga berperan mewujudkan interoperability atau mengintegrasikan elektronik 3 matra TNI baik darat, laut, maupun udara.

-
Masa Depan Ekosistem Industri Pertahanan yang Kuat di Tangan Defend ID - 3

Hal yang menjadi fokus bagi PT Len adalah pada platform dan MRO yang menjadi penentu superioritas alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, juga terintegrasinya berbagai sistem pertahanan nasional (Network Centric Warfare) dengan radar pertahanan dan penginderaan bawah air sebagai program prioritasnya.

Halaman:

Terkini