Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Energi sukses melakukan Survei Seismik 2D Vibroseis hingga mencapai 10.000 Titik Vibroseis. Pertamina memiliki target awal pelaksanaan yakni 25.000 Titik Vibroseis yang terbentang di tiga provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sebagai informasi, jika dikalkulasikan maka survei ini meliputi 29 Kabupaten dan Kotamadya, 193 Kecamatan dan 743 Desa dengan panjang lintasan 1,000 Kilometer (KM).
Survei Seismik 2D Vibroseis Sub-Vulkanik ini merupakan salah satu upaya Eksplorasi Subholding Upstream Pertamina dalam membuka potensi sumber daya migas baru dengan pengambilan data bawah permukaan di area sub vulkanik, sebagai pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) WK Jambi Merang di Wilayah Terbuka tahun ke-2.
"Hingga saat ini Survey Seismic 2D Vibroseis telah rampung di Jawa Barat, sebagian besar area di Jawa Tengah dan telah memulai pekerjaan topografi di sebagian area Jawa Timur,” ujar Medy Kurniawan, Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream Pertamina pada Senin (07/02) lalu.
Pjs VP Exploration Technical Excellence & Coordination Subholding Upstream Pertamina, Farid Rochmadianto, menjelaskan sebagai bahwa Subholding Upstream Pertamina melaksanakan kegiatan Audit dan Review Kinerja Operasi Kegiatan Survei Seismik 2D Vibroseis di area Caruban pada Sabtu (05/02) lalu.
Sebagai informasi, area Caruban merupakan command centre audit dan kegiatan ini dilakukan dengan upaya untuk menciptakan operation excellent pada kegiatan operasi di lingkungan eksplorasi.
"Kegiatan audit dan review kinerja operasi yang dilakukan ini menandai progress Vibroseis di atas 10,000 titik vibroseis dari target 25,000 titik vibroseis yang direncanakan," ujar Farid.
Melalui Audit dan Review Kinerja Kegiatan Survei Seismik 2D Vibroseis ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pekerjaan yang sejalan dengan kepatuhan terhadap HSSE dan implementasi nyata nilai-nilai AKHLAK dalam seluruh kegiatan operasional.
Farid juga mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi atas kinerja positif yang telah dicapai secara OTOBOS (On Time On Budget On Schedule) dari sistem pekerjaan maupun produktivitas.
“Kegiatan survey ini juga merupakan bagian implementasi dari salah satu tata nilai AKHLAK, yaitu Harmonis, dimana kegiatan survei seismik ini sangat dekat dengan pemukiman masyarakat dan stakeholder setempat,” kata Farid.
Dalam pelaksanaan kegiatan seismik 2D Vibroseis, Jajaran Fungsi Eksplorasi, HSSE dan Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina dan Elnusa selalu melakukan kegiatan sosialisasi langsung ke masyarakat dan stakeholder terkait di masing masing daerah.
"Selain sosialisasi sebelum pelaksanaan pekerjaan, upaya restorasi dan reklamasi pada area terdampak harus selalu dilakukan sebelum meninggalkan lokasi survei seismik," kata Farid.
Farid juga kembali mengingatkan pentingnya upaya pencegahan Covid-19 pada kegiatan Survei 2D Seismik Vibroseis, hal ini dimulai dari protokol kesehatan ketat serta menjaga pola hidup sehat.
“Protokol umum 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan dan Membatasi Mobilitas), protokol khusus masuk area survei dengan karantina dan PCR harus diimplementasikan dan ditegakkan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 tersebut,” ujar Farid.