trending

Pertamina Bor 3 Sumur Pengembangan untuk Capai Target Produksi Minyak

Rabu, 23 Februari 2022 | 11:00 WIB

Kabar BUMN -  Zona 4 Regional Sumatera yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina kembali bor 3 sumur pengembangan, 2 diantaranya yaitu TMB-PA dan KRG-PA2 dikerjakan oleh Pertamina EP Prabumulih. Sementara Pertamina EP Limau Field melakukan pengeboran PMN-E. Pengeboran ini meningkatkan optimisme Regional Sumatera Zona 4 yang juga merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SKK Migas untuk dapat mencapai target produksi tahun 2022.

Sebelumnya, Pertamina EP Prabumulih Field yang termasuk dalam Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream telah berhasil meraih penambahan produksi minyak sebesar 709 barrel oil per day (BOPD) dari sumur KRG-PA1. Kemudian pada 16 Februari 2022 dilakukan pengeboran pada dua sumur sekaligus, yaitu KRG-PA2 dan TMB-PA. Sumur KRG-PA2 yang dibor menggunakan rig PDSI #32.2/N80UE-E dengan estimasi waktu 44 hari diperkirakan akan mampu meningkatkan produksi minyak sebesar 140 BOPD. Penambahan produksi minyak sebesar 250 BOPD diproyeksikan juga akan mampu didapatkan dari pengeboran sumur TMB-PA yang menggunakan rig PDSI #20.2/EMSCOD2-M dengan estimasi waktu selama 50 hari.

Produksi minyak 150 BOPD dan gas 2 million standard cubic feet per day (MMSCFD) ditargetkan akan diperoleh dari sumur PMN-E yang dibor oleh Pertamina EP Limau Field yang termasuk dalam Zona 4 Regional Sumatera pada tanggal 18 Februari 2022. Pengeboran ini menggunakan rig PDSI #39.3/D1500-E/PDSI dengan estimasi waktu 32 hari.

Tiga sumur pengembangan tersebut berada di dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah kabupaten/kota setempat memberikan dukungan positif atas rencana pengeboran yang telah dikoordinasikan sebelumnya ini. Dukungan tersebut salah satunya datang dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Prabumulih, Matnur Latif, S.T., M.Si.,.

Latif turut menyampaikan harapannya agar pengeboran kali ini berjalan lancar dan berhasil, “Harapan kami, upaya-upaya yang dilakukan Pertamina berhasil, dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui mekanisme dana bagi hasil migas, dan memberikan multiplier effect khususnya bagi masyarakat. Kami selalu mendukung upaya-upaya peningkatan produksi migas yang dilakukan Pertamina,” ujar Latif.

General Manager Zona 4, Agus Amperianto, mengungkapkan alasan dibalik pengambilan langkah agresif tersebut adalah untuk menyiapkan strategi jangka pendek dan menengah yang terencana dengan baik agar bisa memenuhi target produksi migas Zona 4, yaitu minyak 23.700 BOPD dan gas 498 MMSCFD. 

“Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream telah menyusun rencana kerja sumur yang cukup massive dengan timeline yang sangat padat, antara lain 41 sumur pengembangan dan 4 sumur eksplorasi, lalu ada 41 sumur workover, serta melakukan well services-well intervention sebanyak 934 sumur. Target produksi tahun ini dituntut lebih tinggi dari realisasi tahun 2021, sehingga perlu dipastikan realisasi setiap rencana kerja pengeboran, workover, dan well intervention berjalan sesuai dengan target waktu dan produksi,” ungkap Agus.

Agus mengakui bahwa program kerja yang masif dan agresif merupakan salah satu strateginya sebagai upaya meningkatkan produksi migas KKKS Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream. Hal ini dilakukan berdasarkan semangat SUMATERA (SUstainable, MAssive, To grow, Efficient, Resilient, Aggressive) yang digadang oleh KKKS Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai Regional Sumatera.

“Upaya yang kami lakukan antara lain meningkatkan kinerja operasi, mengoptimalkan lapangan produksi eksisting, melanjutkan program kerja eksplorasi, transformasi resources to production, serta memanfaatkan teknologi untuk implementasi enhanced oil recovery (EOR),” terang Agus.

SKK Migas dan KKKS akan terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produksi migas, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan sebagaimana disampaikan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan. “Upaya ini dilakukan juga untuk mencapai bersama target produksi nasional dengan harapan kedepan ketahanan energi nasional dapat kita jaga bersama,” ujar Anggono. 

Hingga awal Februari 2022, data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas year-to-date menunjukkan produksi minyak berada di angka 23.417 BOPD atau hampir menyentuh target di angka sekitar 99%. Sedangkan produksi gas telah melampaui target dengan perse

ntase 104% atau 517,52 MMSCFD. Adapun terdapat tujuh lapangan yang menopang produksi ini dan dioperasikan sendiri yaitu Prabumulih, Limau, Pendopo, Adera, Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai. Selain itu, juga ada dua wilayah kerja non-operator yang menyokong produksi yaitu Corridor dan Unitisasi Suban, serta sepuluh Kerja Sama Operasi (KSO).

Terkini