Kabar BUMN - Berkembangnya teknologi membuat kebutuhan data center di dunia akan terus meningkat. Asia Tenggara telah diproyeksi menjadi kawasan dengan pertumbuhan bisnis data center tercepat dengan tingkat pertumbuhan tahunan di atas 20% hingga tahun 2024.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggandeng perusahaan telekomunikasi terkemuka di ASIA, Singtel, untuk memperkuat bisnis digital. Keduanya telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU di Kementerian BUMN.
Penandatanganan kerja sama antara Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, dan CEO Singtel Group, Yuen Kuan Moon, disaksikan oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Keduanya sepakat untuk mengembangkan bisnis data center regional serta integrasi layanan fixed dan mobile broadband atau yang disebut Fixed Mobile Convergence (FMC).
Berkembangnya teknologi membuat kebutuhan data center dunia akan terus meningkat. Asia Tenggara telah diproyeksi menjadi kawasan dengan pertumbuhan bisnis data center tercepat dengan tingkat pertumbuhan tahunan di atas 20% hingga tahun 2024. Sehingga Telkom perlu menangkap peluang bisnis data center ini, tidak hanya di market nasional, tetapi juga di market regional dan global.
Peningkatan ini tentu harus diimbangi dengan kekuatan infrastruktur dan kapabilitas bisnis yang memadai. Saat ini, Telkom tercatat mengelola 27 data center baik di dalam maupun luar negeri. Telkom juga sedang membangun sebuah Hyperscale Data Center (HDC) berkapasitas total 75 MW dan mampu menampung 10.000 rak dengan tahap pertama ditargetkan kapasitas 22 MW mulai beroperasi pada kuartal II-2022.
“TelkomGroup saat ini tengah melakukan konsolidasi bisnis data center guna menjawab tantangan transformasi digital ke depan. Regional data center merupakan kelanjutan dari strategi konsolidasi data center, sekaligus menjadi bukti komitmen untuk menjawab kebutuhan sekaligus menangkap peluang agar dapat membuka jalan perusahaan untuk menjadi global scale data center player,” kata Ririek Adriansyah.
Sementara Yuen Kuan Moon mengatakan, 5G, artificial intelligence dan Internet of Things telah membuka peluang pertumbuhan besar data center, dan menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi Singtel dan juga TelkomGroup. “Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi pengembangan platform data center Singtel melalui sinergi aset, kompetensi, dan network yang dimiliki oleh dua perusahaan pemimpin pasar data center di Indonesia dan Singapura,” terangnya.
Menurutnya, Indonesia merupakan pangsa pasar dari bisnis data center yang dapat memperluas footprint platform Singtel di tiga lokasi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan, Indonesia, Singapura, dan Thailand. Platform Singtel nantinya akan mendukung kebutuhan transformasi digital dari pelanggan yang ingin menjangkau Indonesia, sekaligus juga menyediakan platform bagi bisnis di Indonesia untuk menjangkau ke luar negeri.
Adapun selain pengembangan bisnis data center, Telkom dan Singtel juga menjajaki kerja sama implementasi integrasi bisnis fixed dan mobile broadband. Telkom telah menjalankan integrasi bisnis ini melalui layanan IndiHome dengan Telkomsel. Sejalan dengan arahan Kementerian BUMN, integrasi kedua bisnis tersebut akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memperoleh pengalaman digital terbaik dalam menikmati layanan internet dan bundlingnya serta kemudahan-kemudahan lain dari layanan TelkomGroup di mana saja.
Inisiatif ini nantinya akan mempertahankan kepemimpinan TelkomGroup di portofolio bisnis broadband, Telkom akan fokus pada segmen B2B dan Telkomsel fokus pada segmen B2C. “Layanan broadband yang semakin seamless, serta tumbuhnya ekosistem bisnis dan kekayaan data yang mengikuti akan membuka peluang-peluang bisnis baru di era digital melalui pengembangan bisnis e-commerce, content streaming, big data, social network, dan Internet of Things. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan, stakeholders, dan masyarakat,” kata Ririek mengakhiri.